Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Desember 2013

Gubernur Banten Resmi Ditahan KPK

Foto: Kompas
GUBERNUR Banten Ratu Atut Chosiyah tak berkutik setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (20/12) siang tadi.

Penguasa Banten yang telah membangun dinasti itu, pun telah ditahan di Rutan Pondok Bambu, demi kepentingan pemeriksaan.

Penahanan ini seolah menjadi signal bakal berkahirnya kekuasaan Ratu Atut yang selama ini terbilang berhasil membangun 'kerajaan' mini di wilayah Banten. Hampir seluruh keluarga dan kerabatnya menduduk jabatan strategis di pemerintahan (Kabupaten dan Kota), maupun legislatif.

Sabtu, 14 September 2013

Museum Nasional Kehilangan 4 Artefak Emas yang Bernilai Historis

Wadah Bertutup yang turut raib (foto: kompas.com)
JAKARTA - Museum Nasional kehilangan empat koleksinya berupa artefak yang terbuat dari emas pada Rabu (11/9/2013), sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, pengelola Museum Nasional baru melaporkan kejadian tersebut pada Kamis (12/9/2013).

Keempat artefak tersebut terletak di dalam satu buah lemari kaca yang berada di ruang Kasana, lantai dua gedung lama museum terbesar di Asia Tenggara itu. Keempat artefak tersebut berukuran relatif kecil.

"Kemarin Museum Nasional kehilangan empat koleksinya, berupa lempeng emas temuan abad 18 oleh Belanda. Seluruhnya merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno pada abad 10 Masehi," kata Kacung Marijan, Pelaksana Tugas Dirjen Kebudayaan, Kamis (12/9/2013).
Berikut keempat artefak yang hilang tersebut:

1. Lempeng Naga Mendekam Berinskipsi, merupakan peninggalan dari Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-10 Masehi. Ditemukan di Jalatunda, Mojokerto, Jawa Timur. Artefak ini berbentuk naga dalam posisi melingkar, pada kepala naga tersebut terdapat mahkota. Artefak berukuran panjang 5,6 sentimeter dan lebar 5 sentimeter ini terbuat dari lempengan emas tipis yang dipukul-pukul dan kemudian dipotong sehingga membentuk seekor naga.

2. Lempeng Bulan Sabit Beraksara, ditemukan di Patirthan Jalatunda, Mojokerto, Jawa Timur, merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-10 Masehi. Benda yang mempunyai panjang 8 sentimeter dan lebar 5,5 sentimeter ini berbentuk seperti bulan sabit berbahan emas. Di kedua ujung benda tersebut terdapat deretan empat buah segitiga runcing yang sangat kecil. Deretan segitiga tersebut terlihat seperti cakar.

3. Wadah Bertutup (Cepuk), benda yang merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno pada akhir abad ke-10 masehi ini ditemukan di Patirthan Jalatunda, Mojokerto, Jawa Timur. Benda dengan diameter 6,5 sentimeter dan tinggi 6,5 sentimeter ini berbentuk seperti dandang bertutup tanpa pegangan yang berukuran sangat kecil. Permukaan benda tersebut tidak rata dan bagian dasarnya sedikit cembung. Tutupnya berbentuk bundar, serta terdapat pegangan tutup yang berbentuk bulatan seperti stupa dan berongga, serta terdapat goresan yang melingkari pegangan tutup.

4. Lempeng Harihara, benda dengan panjang 10,5 sentimeter dan lebar 3,5 sentimeter ini berbahan emas dan perak. Sampai saat ini belum diketahui dari peninggalan siapa benda yang ditemukan di Belahan, Penanggungan, Jawa Timur, ini. Lembaran ini melukiskan arca Harihara yang berdiri di atas bantalan teratai ganda. Rambut arca tersebut ditata meruncing ke atas diikat dengan hiasan rambut berbentuk bunga mekar. Letak kedua tangannya di depan perut. Sinar kedewaan berada di belakang kepala berbentuk oval, berhiaskan motif lidah api.  

Sumber: kompas.comhttp://megapolitan.kompas.com/read/2013/09/12/2127017/Inilah.Keempat.Artefak.Emas.Museum.Nasional.yang.Dicuri.Itu.

Pengamat Politik Sarankan Dahlan Iskan dan Gita Wirjawan Mundur dari Jabatan Menteri

Gita Wirjawan ( foto : ist)
JAKARTA - Keikutsertaan Dahlan Iskan dan Gita Wirjawan dalam konvensi Partai Demojrat (PD), menurut Pengamat politik dari Pol-Tracking Institute Hanta Yuda, sebaiknya keduanya mundur dari jabatan menteri.
Pasalnya, menurut dia, Partai Demokrat justru akan mengalami kerugian jika dua kandidat calon presiden yang bertarung di konvensi tersebut tidak mundur dari jabatannya.

"Alangkah baiknya para menteri seperti yang ikut konvensi untuk mundur saja. Saya sangat mengapresiasi karena itu lebih ideal bagi pemerintahan dan juga elektabilitas Partai Demokrat sendiri," kata Hanta di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (13/9).

Dia menjelaskan, jika para menteri itu memicu kinerja pemeritahan yang menurun, maka Partai Demokrat lah yang akan mendapat pencitraan buruk. Sebab, jika kinerja pemerintahan jelek, elektabilitas Partai Demokrat akan ikut jelek.

Menurut Hanta, seorang menteri yang ikut konvensi diyakini tidak memberikan jaminan akan fokus kerjanya. Energinya akan terkuras, karena di saat bersamaan juga harus sibuk berkampanye sebagai proses tahapan konvensi.

Selain itu, menteri yang ikut konvensi mirip dengan seorang incumbent yang dikhawatirkan akan berpotensi menyalahgunakan kekuasaannya. Oleh karena itu mundur dari jabatan menteri adalah risiko yang harus diambil ketika menjadi peserta konvesi.

"Bukankah Partai Demokrat sedang berusaha menaikkan elektabilitasnya melalui penyelenggaraan konvensi? Itu sama saja blunder bagi mereka karena yang didapatkan justru bisa sebaliknya," pungkasnya.

Sumber : beritasatu

Lagi - Lagi Polisi Ditembak di Depok

Ilustrasi
JAKARTA - Penembakan terhadap polisis kembali terjadi. 

Penembakan terjadi Jumat (13/9) sekitar pukul 18.45 WIB dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) perumahan bhakti ABRI dekat lapangan bola, Cimanggis, Depok, Jabar.

Korban atas nama Briptu Ruslan dari Satuan Sabhara Mabes, Korban dibawa rumah sakit.

Saat itu, korban pulang servise sepeda motor ninja 250 CC, tiba-tiba ada yang mendekati korban. Lalu korban ditembak kemudian ninja 250 CC dibawa lari oleh pelaku.

Sumber: metronews

Sabtu, 31 Agustus 2013

MITI : SDA Indonesia Dikuasai SDM yang Tak Berpegetahuan

DEPOK - Ketua Umum Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) Warsito P Taruno mengemukakan Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) melimpah dan sumber daya manusia (SDM) yang unggul untuk menjadi negara maju.

Hanya saja, yang belum terjadi adalah matching (kesesuaian) di antara SDA dan SDM

"Ini sungguh ironi, SDA kita dikuasai sekelompok orang yang tidak berpengetahuan, kalau mereka berpengetahuan tentunya tidak akan dikeruk dan diangkut kapal ke luar negeri begitu saja," katanya usai peresmian "MITI Center" di Depok, Jawa Barat, Sabtu (31/8).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua DPR Sohibul Iman, Mensos Salim Segaf Al Jufrie, serta mantan Menristek yang jugaKetua Pembina MITI Suharna Surapranata

Hal ini tegas dia, diperburuk banyaknya anak bangsa yang disekolahkan dengan biaya mahal di luar negeri hanya menjadi penonton.

"Kalau hanya jadi penonton tidak perlu doktor sebanyak saat ini, dan tidak perlu banyak universitas, dan tidak perlu anggaran pendidikan 20%," kata doktor lulusan Universitas Shizuoka, Jepang itu.

Ditegaskannya untuk menjadikan SDA dan SDM "matching", yang diperlukan tidak lebih hanyalah jaringan (networking).

Oleh karena itulah, kata dia, MITI mengambil peran sebagai "networking" dan "pipeline" (penyalur).

"Kita ingin menjadi sumber inspirasi, pendorong dan penghubung ke semua pihak untuk membangun Indonesia yang madani, berbasis ilmu pengetahuan," kata pencipta alat pemindai aktivitas otak 4 dimensi "4D Brain Activity Scanner" itu.

Menurut Warsito P Taruno, selama 10 tahun terakhir ini MITI telah berupaya membangun jaringan dan kemitraan di seluruh Indonesia dan mancanegara.

Di kalangan mahasiswa, pihaknya telah bermitra dengan hampir 80 kampus di 30 provinsi di Indonesia, serta bermitra dengan jaringan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia,
MITI juga menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi swadaya masyarakat maupun LSM internasional.

Sumber : beritasatu

Marzuki Ali Optimis Menang Konvensi Partai Demokrat

Marzuki Ali ( foto : ist)
JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie yakin dirinya unggul dalam konvensi yang digelar partainya. Sebagai orang lama di Demokrat, ia menilai dirinya selangkah lebih maju ketimbang calon-calon lain yang berasal dari luar partai.

"99 Persen saya yakin, dan 1 persen punya Allah," kata Marzuki usai menjadi pembicara dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Sabtu 31 Agustus 2013.

Sebagai kader partai, Marzuki merasa ia sudah punya jejaring yang kuat untuk menggalang dukungan pemenangan konvensi. Ia menjadi kader di partai berlambang Mercy ini sejak 2003. "Investasi di partai sudah cukup besar. Investasi sosial di luar maupun juga sudah cukup besar," katanya.

Kelebihan inilah yang membuat dirinya lebih kuat daripada calon lain, khususnya yang baru bergabung dengan partai setelah diundang ikut konvensi. "Yang saya lakukan tidak seberat sebagaimana orang yang sebelumnya tidak berpartai," ujarnya.

Partai Demokrat akan mengumumkan secara resmi peserta Konvensi pada 15 September mendatang. Sejauh ini, sudah ada 11 orang yang bersedia ikut Konvensi, di antaranya Rektor Paramadina Anies Baswedan, Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Ketua DPD Irman Gusman, dan kader Demokrat Hayono Isman.

Saat ditanya siapa saingan terberatnya, Marzuki menjawab normatif. Ia mengatakan semua calon peserta sama baiknya. "Kita ini bekerja sama membangun partai," ujar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ini. 

Sumber : tempo

Polres Ciamis Lacak Lokasi Latihan Teroris Penembak Polisi di Pondok Aren

Kebun di belakang rumah terduga teroris Mustofa di jalan Lawu Timur IV, Mojosongo, Jebres, Solo, diduga menjadi tempat latihan terduga teroris, (27-10). Tempo/Ukky Primartantyo
CIAMIS - Kepolisian Resor Ciamis saat ini masih mencari lokasi yang disebut-sebut dipakai latihan kedua teroris penembak polisi di Pondok Aren, Tangerang, di Gunung Syawal, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. "Sedang didalami tempat pelatihannya," kata Kapolres Ciamis Ajun Komisaris Besar Witnu Urip Laksana saat dihubungi Tempo melalui telepon selular, Sabtu 31 Agustus 2013.

Petugas, kata dia, masih mengumpulkan informasi di titik mana tempat latihan teroris itu berada. Sebab, kawasan Gunung Syawal sangat luas. "Gunung Syawal sangat luas, akses masuk ke puncak bisa dari beberapa titik," kata Witnu.

Puncak Gunung Syawal bisa dituju dari Majalengka, Ciamis dan Tasikmalaya.
Hingga saat ini, Witnu menjelaskan, pihaknya belum mengantongi daerah yang dicurigai sebagai tempat latihan teroris. Polisi masih kumpulkan info dari tokoh warga di sekitar puncak gunung. "Info masih minim, masih didalami," kata dia. .

Polres Ciamis  terus berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat, dan Densus 88 melacak lokasi latihan. "Mereka punya alat canggih lacak lokasi, kami terus koordinasi," ucap dia.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya  merilis foto dua penembak polisi di Pondok Aren. Dua pelaku diduga pernah latihan di Gunung Syawal.

Sumber : tempo

Pasangan Selingkuh Nyaris Dihakimi Massa

Foto : lipiutan6.tv
POLEWALI MANDAR - Diduga sering berbuat mesum, pasangan selingkuh digerebek puluhan warga di pertokoan di Pasar Sentral, Pekkabata, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Saat digerebek, pria yang diketahui bernama Abdullah sedang kecanduan narkoba alias sakaw.

Kepada Liputan 6 SCTV, Sabtu (31/8/2013), Kepala SPK Polres Polewali Mandar, Briptu Abdul Kadir mengatakan pasangan mesum digerebek Jumat 30 Agustus 2013 kemarin dan nyaris menjadi bulan-bulan warga yang kesal dengan ulah keduanya. Petugas yang segera datang mengamankan keduanya ke kantor polisi sehingga amuk warga dapat diredam. Ia menambahkan wanita yang ditinggal suaminya yang bekerja sopir kanvas di Mamuju itu memang memanggil Abdullah ke dalam tokonya.

"Wanita pemilik toko itu memang yang memanggil Abdullah ke dalam toko. Dan keduanya mengaku berselingkuh," kata Abdul Kadir.

Abdul Kadir menambahkan warga yang mengetahui perselingkuhan itu sejak 4 bulan lalu. Sang pria diketahui makin sering berduaan dengan wanita itu sambil tutup toko. Saat ditangkap, Abdullah juga diduga sakaw atau kecanduan narkoba, lantaran pertanyaan petugas sering dijawab seenaknya. Rumah selingkuhan keduanya pun sempat digeledah petugas guna melacak pasangan itu sedang pesta narkoba.

"Namun, setelah semua ruangan, barang dan lemari milik pemilik toko digeledah, petugas tak menemukan barang bukti narkoba dari
keduanya," jelas Abdul Kadir.

Sumber : liputan6

Personil Polres Prabumulih Diduga Terlibat Baku Tembak dengan BAIS

INDRALAYA - Polres Ogan Ilir sementara ini hanya mengamankan satu truk nopol BG 8069 LC yang bermuatan minyak seberat tiga ton. Diduga, truk tersebut memiliki kaitan antara aksi baku tembak di dekat RM Pagi Sore, Indralaya, Santu (31/8/2013). Sementara, pelaku adu tembak belum berhasil diamankan.

Hal itu ungkapkan Wakapolres Ogan Ilir, Kompol Lisbeth DS ketika memberikan keterangan pada Tribun. Namun, pihaknya setelah kejadian langsung mengerahkan anggota lainnya untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku adu tembak tersebut.

"Jadi kami belum tahu siapa yang menembak dan ditembak. Mereka usai melakukan baku tembak langsung melarikan diri. Sementara saat ini hanya truk bermuatan minyak yang kami amankan," ujarnya sembari mengatakan, pihaknya juga belum mengetahui truk tersebut berasal dari mana.

Baku tembak yang berlangsung diduga antara anggota Polres Prabumulih dengan Badan Intelegen Strategis (BAIS), pihaknya juga belum bisa memastikan. Sementara, motif baku tembak tersebut, juga demikian.

"Ini masih melakukan pengejaran. Apakah itu diduga anggota Polres Prabumulih dengan BAIS, kita belum bisa memastikannya. Sementara untuk motif, juga demikian," katanya lagi.

Namun, Kasatreskrim Polres Ogan Ilir, AKP Edy Rahmat Mulyana ketika dihubungi sebelumnya melalui telepon membenarkan satu diantara pelaku adu tembak adalah anggota Polres Prabumulih. Sementara, lawannya yang diduga anggota BAIS, masih belum bisa dipastikan. 

"Kalau apakah itu anggota BAIS, kita belum tahu pasti. Tapi dugaan sementara demikian," ujarnya.

Edy juga mengatakan, motif adu tembak yang terjadi pada siang hari tersebut, dugaan sementara adanya permasalahan minyak mentah. Namun, dirinya mengaku tidak tahu pasti motifnya.
Baik Wakapolres maupun Kasatreskrim Polres OI, mengatakan aksi adu tembak tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Warga sekitar pun mengaku tidak ada yang mengalami luka akibat insiden tersebut. Namun, mereka mengaku ketakutan

Senin, 26 Agustus 2013

PNS Gowa Kabur Saat BNN Lakukan Tes Urine

Jalannya tes urine ( foto : kompas)
MAKASSAR - Pemeriksaan urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Sulawesi Selatan secara mendadak membuat sebagian Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Gowa, Sulsel, Senin (26/8/2013) memilih kabur.

Banyaknya PNS yang kabur membuat petugas Satpol PP terpaksa menutup dan mengunci pintu gerbang pintu Kantor Bupati Gowa, Sulsel.

Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo kepada awak media, membantah jika sebagian pegawainya kabur saat pemeriksaan urine dilakukan. "Ah, tidak benar itu ada pegawai yang kabur. Pintu gerbang dikunci kok," kilahnya.

Lebih lanjut dikatakan Ichsan, pemeriksaan urine dilakukan guna membuat program satuan antinarkoba di lingkup pemerintahan pemkab khususnya di tingkat pelajar. Syarat program tersebut adalah harus bersih dari narkoba.

"Sebelum membuat program ini, kita harus memang betul-betul bersih dari narkoba," kata dia.

Yasin pun menegaskan, jika memang ada pegawainya yang mengonsumsi narkoba, ia akan menindak tegas. 

Sumber : kompas

Ahli Sejarah : Usung Jokowi, Pasti PDI Perjuangan Menang

JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri sepertinya tidak akan maju menjadi calon presiden (capres) pada pemilihan umum 2014.

Pada pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) 2014, PDIP berpeluang mengajukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres.

"Ada isyarat Mega tak akan maju tahun depan. Sudah secara eksplisit tersirat," kata ahli sejarah Hermawan Sulistio, di Jakarta, Senin (26/8).

Hermawan atau yang akrab dipanggil Kiki ini menambahkan, pilpres 2014 adalah milik Jokowi.

Dikatakan, PDIP mesti mengusung Jokowi sebagai capres pada pilpres 2014 bukan 2019. 

"Bicara elektabilitas dan kapabilitas ya Jokowi. Sudah pasti Jokowi menang. Kalau tunggu 2019 belum tahu, karena bisa ada tokoh lain yang menyaingi Jokowi," ujarnya. 

Sumber : beritasatu

Audit Tahap II BPK untuk Kasus Hambalang, 15 Anggota DPR RI Masuk Daftar

Proyek Hambalang ( foto : ist)
JAKARTA - Kasus korupsi Proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor, Jawa Barat (Jabar) masih terus bergulir. Dalam audit tahap II Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait proyek Hambalang, 15 anggota DPR diduga meloloskan anggaran.

Berikut inisial 15 inisial pihak yang disebut dalam laporan BPK. Yaitu, MNS, RCA, HA, AA, APPS, WK, KM, JA, UA, AZ, EHP, MY, MHD, HLS, dan MI.

Inisial-inisial tersebut memiliki kemiripan pada beberapa nama berikut, MNS (Mahyuddin NS), RCA (Rully Chairul Azwar), HA (Hery Akhmadi), AA (Asman Abnur), APPS (Angelina Patria Pingkan Sondakh), WK (Wayan Koster), KM (Kahar Muzakir), JA (Juhaini Alie), UA (Utut Adianto), AZ (Akbar Zulfakar), EHP (Eko Hendro Purnomo), MY (Machmud Yunus), MHD (Muhammad Hanif Dhakiri), HLS (Herry Lontung), dan MI (Mardiana Idraswari).

Meski demikian, perlu penelusuran lebih lanjut mengenai keakuratan atas kemiripan itu. Akbar Zulfakar merasa tidak terlibat meloloskan anggaran proyek Hambalang.

"100 persen enggak terlibat. Itupun kalau yang dimaksud (dalam audit) saya," kata Akbar kepada SP di Jakarta, Senin (26/8).

Dia mengaku enggan berkomentar banyak terkait dugaan penyebutan namanya. 

"Saya belum baca hasil BPK. Jadi saya belum bisa komentar," tegasnya.

Secara terpisah, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional Tjatur Sapto Edy mengungkapkan, anggota DPR dari fraksinya yang muncul di hasil audit Hambalang tahap II sudah dipanggil.

"Sudah saya panggil dan sudah saya klarifikasi," kata Tjatur, di Jakarta, Sabtu (24/8).

Menurut Tjatur, hasil audit tersebut tidak disebutkan pelanggaran yang dilakukan oleh kadernya. 

"Yang menandatangani itu kewajiban konstitusional, wakil Banggar (Badan Anggaran) juga harus tanda tangan, tidak ada yang menyebut pelanggarannya apa," ucap Wakil Ketua Komisi III DPR ini.

Sedangkan, Ketua DPR Marzuki Alie enggan berkomentar mengenai dugaan keterlibatan anggota DPR dalam kasus Hambalang. "Setiap persoalan diangkat untuk dilanjuti untuk investigatif, laporan tidak tepat untuk seseorang makanya, apa yang disampaikan BPK bukan dilambatkan tapi karena kehati-hatian," kata Marzuki.

Sumber : beritasatu

Jokowi Nilai Soekarno adalah Tokoh Visioner

Jokowi dan Soekarno ( foto : ist)
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) enggan mengomentari peluangnya menjadi calon presiden (capres). Mantan Wali Kota Solo tersebut mengaku konsentrasi membangun Jakarta.

"[Untuk] wilayah politik, tanya Bu Mega. Saya urus Jakarta saja," kata Jokowi, di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), beberapa waktu lalu.

Ketika ditanyakan sosok Mega, Jokowi enggan berkomentar banyak.

 "Bu Mega itu sosok pemersatu. Kalau ada apa-apa, beliau bisa jadi penengah," ucap Jokowi.

Meski demikian, Jokowi mengaku pernah berdiskusi dengan Mega, salah satu topiknya mengenai Presiden RI pertama Soekarno (Bung Karno). 

"Sharing bagaimana gagasan besar Bung Karno dan melaksanakannya dengan cara apa," imbuhnya.

Jokowi berpendapat, Bung Karno merupakan tokoh visioner. Diungkapkan, Bung Karno pernah menekankan pentingnya character building.

 "Pribadi Indonesia mau dibawa ke mana? Kalau Jepang karakternya kan jelas. Begitu karakter bangsa terbentuk, maka seluruh rakyat bergerak, jadi loncatan besar. Tapi semua belum terwujud, karena (Bung Karno) stop di [tahun] 1965," ungkap Jokowi.

Menurut Jokowi, bangsa ini harus mempunyai satu visi. 

"Karakter masyarakat Indonesia harus dihidupkan. Semua harus punya visi yang sama. Kalau ke utara, ke utara semua. Ke timur, ke timur semua. Kita harus seperti itu," jelasnya.

Menggunakan pakaian adat, lanjut Jokowi, adalah salah satu cara membangun karakter. 

"Di Jakarta sekarang ada hari tertentu bagi PNS (pegawai negeri sipil) mengenakan pakaian adat. Itu hal kecil untuk membangun karakter," tutur Jokowi.

Sumber : beritasatu

Minggu, 25 Agustus 2013

Menteri Sjarifudin Hasan hadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi ke 66 di Kota Tomohon

Foto : hms
TOMOHON, REALITA - Acara puncak Hari Koperasi Nasional Ke 66 Provinsi Sulawesi Utara di Pusatkan Di Kota Tomohon dan dilaksanakan di Audotorium Bukit Inspirasi yang dihadiri langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM RI Sjarifudin Hasan MM, MBA bersama Istri Inggrit Kansil yang juga merupakan anggota DPR-RI didampingi Gubernur Sulawesi Utara DR. SH Sarundajang bersama Wakil Gubernur DR. Djouhari Kansil MPd dan Walikota Jimmy F.Eman,SE.Ak bersama seluruh jajaran dan dewan pengurus Koperasi yang ada. 

Rangkaian acara Puncak Harkopnas diawali dengan ucapan selamat datang oleh walikota, yang mengungkapkan terima Kasih kepada bapak Menteri Koperasi yang telah menetapkan Tomohon sebagai Kota Penggerak Koperasi pada sejak 2011. 

Setiap tahun Pemerintah mengadakan penilaian kepada koperasi. Di Kota Tomohon sendiri memiliki dua Koperasi yang berprestasi tingkat nasional yaitu Koperasi Karyawan Kobeth RS Bethesda Tomohon dan KSP Pelita Jaya Kakaskasen, serta lima koperasi berprestasi tingkat provinsi. Pemeritah Kota Tomohon telah memprogramkan Gemaskop 2014 yang nantinya akan memberikan pelatihan kepada koperasi, beliau juga menyampaikan selamat datang kepada menteri dan gubernur bersama seluruh undangan, dirgahayau koperasi jayalah bersama Koperasi.
 

"Sudah enam kali menkop ke sulut. Beliau adalah menteri paling rajin ke sulut. Bagi saya sangat masuk akal, karena Inggrit orang Siau. tapi bantuan menteri tidak hanya untuk Siau, tetapi hari ini pasti ada bantuan di Tomohon. Jarang ada menteri seperti ini," kata Gubernur saat membawakan sambutan.

Beliau mengatakan bahwa Koperasi & UKM dan produk rencana dari menteri kita ini betul-betul menyentuh kepentingan masyarakat dan langsung dirasakan masyarakat kecil apalagi lewat usaha kecil menengah, kalau lapangan kerja terbuka otomatis kemiskinan berkurang. 

"Seperti kata presiden bahwa kita harus pintar mengatur ekonomi Indonesia daripada ekonomi dunia. Tomohon kota bunga kota penggerak koperasi mari berikan aplaus kepada Walikota Tomohon sekaligus memberiakn apresiasi kepada dewan koperasi kita," ungkap Gubernur sembari mengakui penghargaan Presiden kepada Walikota Tomohon Jimmy F Eman,SE.Ak yang mengatakan.

“Jadi penghargaan pak menteri kepada walikota itu sudah betul,” tukas Gubernur.

Selanjutnya dalam arahannya, Menteri Koperasi mengatakan kehadirannya di Sulut yang sudah enam kali merupakan kebanggaan tersendiri bagi dirinya, sebab istri tercinta juga orang Sulut.
Sehingga dirinya telah merasa sebagai orang Sulut.

"Dan penghargaan yang diberikan kepada Walikota Tomohon merupakann penghargaan yang berdasarkan penilaian statistik yang berbicara bukan saya. Maka pantaslah presiden memberikan penghargaan Satya Lencana Pembangunan kepada Walikota Tomohon Jimmy Eman," tutur Menteri.

Pujian ini langsung disampaikan menteri kepada walikota Tomohon untuk kali yang kedua di hari yang sama (Pertama Menteri memuji kreativitas Walikota yang menghadirkan Kawasan PKL Kuliner, Kedua saat memberikan sambutan dengan mengatakan penghargaan ini berdasarkan statistik yang berbicara bukan menteri yang bicara). 

Beliau mengatakan tahun ini Indonesia semakin mendapatkan perhatian dari dunia karena pertumbuhan ekonominya yang semakin baik. Ekonomi kita semakin baik salah satunya kontribusi dari pemerintah dan masyarakat Tomohon dan Sulawesi Utara secara umum.
 
Selanjutnya pada puncak perayaan Hari Koperasi Nasional Provinsi Sulut juga diserahkan bantuan-bantuan dari APBN : SK Pasar PKL, SK UKM Mart, SK TPKU SK Bansos, yang total keseluruhan sumbangan berjumlah 6.500.000.000 se-Sulut dan penyerahan Kur oleh Bank Penyalur (Bank BRI dan Bank Sulut). 

Begitu juga dengan pelantikan pengurus dewan koperasi serta pemberian penghargaan kepada koperasi-koperasi berprestasi. Kegiatan ini melibatkan seluruh jajaran Koperasi se-Sulut, pejabat dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Tomohon bersama dengan para pengurus dan anggota Koperasi yang ada di Kota Tomohon. seluruh kegiatan ini nantinya akan menggerakkan potensi yang ada bagi kemakmuran masyarakat Kota Tomohon.

humaspemkottomohon

Menteri Koperasi dan UKM Resmikan Kawasan Wisata Kuliner di Tomohon

Inggrit Kansil melakukan pengguntingan pita ( foto : hms)
TOMOHON, REALITA - Guna menggerakkan perekonomian masyarakat melalui ekonomi kerakyatan yang salah satunya melalui Koperasi dan UKM maka pada hari ini Jumat (23/8), Menteri Koperasi dan UKM RI Sjarifudin Hasan MM, MBA bersama Istri Inggrit Kansil yang juga merupakan anggota DPR-RI meresmikan Kawasan Wisata Kuliner di Kota Tomohon.

Menteri Koperasi & UKM mengatakan bahwa Kawasan PKL Kuliner ini merupakan satu-satunya yang ada di Kabupaten/Kota se  - Indonesia.

"PKL ini luar biasa sekali dan Kawasan ini merupakan catatan tersendiri. Saya pikir ini satu-satunya di Indonesia Pak Wali," kata Menteri.

Menurutnya kawasan wisata Kuliner ini merupakan satu catatan sejarah, dan merupakan kreativitas yang bagus.

"Saya merasa bangga dan mengucap terima kasih juga kepada seluruh masyarakat khususnya kepada Pemerintah Kota Tomohon dan Provinsi Sulawesi Utara," ujarnya.

Usai sambutan dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh anggota DPR RI Inggrit Kansil sebagai tanda diresmikannya Kawasan Kuliner PKL ini. 

Kemudian menteri Koperasi bersama ibu didampingi Walikota Tomohon dan pejabat terkait dari provinsi dan Kota Tomohon berkenan meninjau kawasan kuliner ini sekaligus berdialog singkat dengan para pengusaha kecil seperti penjual pisang goreng dan mi bakso, dimana menteri bersama ibu turut mencicipi Pisang Goroho Goreng pakai sambal sambil melontarkan kata ini enak dan kalau saya tinggal dekat disini pasti saya akan sering makan di sini. Tak lupa juga menteri Koperasi bersama Ibu dan para pejabat menikmati hidangan mi bakso yang dijajakan di sekitar kawasan kuliner ini.
 
Dalam rangkaian kegiatan ini pula dilanjutkan dengan jalan sehat dengan menteri dan Ibu, Wakil Gubernur Sulut bersama ibu dan Pemerintah Provinsi bersama Jajaran Pemerintah Kota Tomohon yang di lepas di Pusat Kota oleh menteri koperasi mengikuti jalur Protokol dan belok ke samping kantor sinode melewati SMK Kristen dan Smaker Tomohon dan Finish di Auditorium Bukit Inspirasi. Kegiatan ini dihadiri dan oleh jajaran pejabat di kementerian Koperasi dan pegawai Koperasi Provinsi Sulut bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Tomohon bersama dengan para pengurus & anggota Koperasi yang ada. 

Hmspemkottomohon

Rabu, 21 Agustus 2013

EB Diperiksa Jam Pidsus soal Mobil Toilet

Foto : beritahukum.com)
JAKARTA, REALITA - Mantan Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta "EB", Rabu diperiksa sebagai saksi oleh penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) terkait dengan dugaan korupsi pengadaan mobil toilet VVIP ukuran besar dan kecil pada Dinas Kebersihan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi di Jakarta, Rabu menyatakan penyidik juga memeriksa "LL" mantan Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Kebersihan DKI Jakarta, "A" Ketua Panitia Pengadaan dan "YP" mantan Dirut PT Astrasea.

"Mereka diperiksa oleh penyidik," katanya.

Dalam kasus yang merugikan keuangan negara sebesar Rp5,328 miliar itu, kejaksaan sudah menetapkan dua tersangka.

Kedua tersangka itu yakni "LL" yaitu mantan Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Kebersihan DKI Jakarta dan "A" yaitu PNS selaku panitia pengadaan barang dan jasa.

Penetapan dua tersangka kasus pengadaan mobil toilet untuk tahun anggaran 2009, dari hasil penyelidikan telah menemukan bukti permulaan yang cukup terjadinya tindak pidana korupsi dengan me-mark up anggaran dana.
 
Penetapan terangka sendiri, kata dia, sudah dilakukan sejak 29 April 2013 dengan nomor penyidik: 60 dan 61/F.2/Fd.1/04/2013.(antara)

Komisi I DPR RI Rekomendasikan Moeldoko Panglima TNI

Moeldoko ( foto : ist)
JAKARTA, REALITA - Komisi I DPR RI akhirnya menyetujui usul Presiden RI agar Jenderal Moeldoko menjadi Panglima TNI baru menggantikan Laksamana Agus Suhartono yang akan pensiun.

"Keputusan dari Komisi I bahwa sembilan fraksi atau semua fraksi di sini memberikan persetujuan kepada calon panglima TNI sebagai panglima TNI untuk periode berikutnya," kata Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq di depan hadirin uji kelayakan dan kepatutan Panglima TNI, Kawasan Parlemen, Jakarta, Rabu.
Kepala Staf Angkatan Darat Moeldoko sebelumnya menjalani uji kelayakan dan kepatutan untuk menjadi Panglima TNI yang digelar oleh Komisi I DPR RI sejak pukul 10.00 WIB.

Dalam tes yang memakan waktu lebih dari lima jam itu Moeldoko menyampaikan visi dan misinya apabila mendapat restu Komisi I menjadi panglima yang akan membawahi Angkatan Darat, Angkatan Udara dan Angkatan Laut RI.

Jenderal Moeldoko merupakan satu-satunya calon Panglima TNI yang diusulkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 23 Juli.

Uji kelayakan tersebut diadakan oleh DPR setelah mengantongi nama calon tunggal Panglima TNI dari presiden.

Karir militernya menuju Panglima TNI terbilang cukup sebentar karena pada awal Mei dia baru saja menggantikan KSAD Jenderal Pramono Eddhie Wibowo.

DPR sebelumnya telah menerima laporan dari Komisi Pemberantasan Korupsi dan Komnas HAM terkait rekam jejaknya selama meniti karir di militer.

Dari laporan dua lembaga itu, tidak ditemukan rekam jejak negatif seperti keterlibatannya dalam korupsi ataupun pelanggaran HAM.

Dalam salah satu visi misnya, dia memamaparkan agar Indonesia dapat mencegah perlombaan senjata di zona Asia Tenggara. Salah satu upaya yang dipersiapkannya adalah dengan mengintensifkan latihan gabungan dengan negara-negara di kawasan.
Selain itu, dia tidak berambisi untuk mengejar ketertinggalan militer Indonesia dari negara seperti Amerika Serikat. Akan tetapi, dia ingin memfokuskan pembangunan kekuatan militer Indonesia agar dapat setara dengan negara-negara tentangga di kawasan.(antara)

Walikota Sibolga Diperiksa Kejati Sumut Terkait Dugaan Korupsi Lahan Rumah Susun Sewa

Walikota Sibolga ( foto : ist)
MEDAN, REALITA - Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk, akhirnya memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Kejaksaan Tinggi  Sumatera Utara, Rabu (21/8/2013).

Syarfi diperiksa penyidik terkait dugaan korupsi pengadaan lahan Rumah Susun Sewa di Kota Sibolga. Ia diperiksa di ruangan Bagian Pidana Khusus selama lebih dari dua jam.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut Chandra Purnama mengatakan, penyidik menyodorkan lima belas pertanyaan seputar dugaan korupsi pengadaan lahan Rusunawa di Sibolga yang merugikan negara senilai Rp 5,3 miliar.

"Baru dia yang diperiksa. Pejabat lainnya, belum ada. Tapi ke depan, tidak menutup kemungkinan ada pejabat pemkot lain kami panggil untuk disidik," kata Chandra Purnama, Rabu siang.

Syarfi, kata dia, diperiksa sebagai saksi atas dugaan korupsi tesebut. Ia dimintai keterangan, karena memberikan persetujuan atas pencairan dana APBD yang digunakan untuk pembelian lahan tersebut.
Setelah diusut, sambung Chandra, Kejati Sumut menemukan adanya indikasi kerugian negara sebesar Rp 5,3 miliar lebih. 

"Jadi penyidik mempertanyakan bagaimana mekanisme pembelian lahan itu," imbuhnya.

Sementara Syarfi seusai pemeriksaan, enggan memberikan keterangan kepada awak media. "Sudah, ya. Sudah. Nanti saja," katanya sambil tertawa.(tribunnews.com)


Kemenlu Nyatakan Status Siaga bagi WNI di Mesir

Kerusuhan Mesir ( foto : ist)
JAKARTA, REALITA - Kementerian Luar Negeri menyatakan status warga negara Indonesia di Mesir kini siaga. Meskipun situasi di negeri piramida kini kondusif, pemerintah tetap menyiapkan WNI untuk siap dievakuasi kapan pun.

"Situasi masyarakat Indonesia masih siaga, siap dievakuasi kapan saja," ujar Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Tatang B. Razak kepada Tempo, Rabu, 21 Agustus 2013.

Menurut Tatang, sebagian warga Indonesia di Mesir sudah dievakuasi ke daerah yang lebih aman. 

"Terutama mereka yang berada di daerah yang rawan, sudah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman," ujar Tatang.

Kedutaan juga mendistribusikan bantuan logistik ke sejumlah warga Indonesia yang mengalami kesulitan karena kondisi di Mesir saat ini. "Beberapa warga juga ditampung di KBRI," kata Tatang.

Sebagian besar warga Indonesia di Mesir, kata Tatang, terkonsentrasi di Kairo dan sekitarnya. 

"Situasi di sana cenderung sudah lebih kondusif," ujar dia.

Pemerintah mengaku masih bakal memantau situasi politik Mesir. KBRI Mesir juga menggandeng paguyuban masyarkat Indonesia untuk mempersiapkan masyarakat jika nantinya harus ada evakuasi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto menyatakan, Kedutaan Besar Indonesia di Mesir sudah membuat enam posko untuk melayani kepentingan warga negara Indonesia. Posko ini dikelola staf kedutaan besar, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat.(tempo.co)