Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Agustus 2014

ToF 2014, SITARO Tampilkan Hasil Laut

Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro)

Tarian Kabasaran Unjuk Kebolehan di Iven Tomohon of Flower 2014

Tampak para pelakon tarian Kabasaran memperlihatkan aksinya pada pembukaan ToF 2014

Tarian Maengket Meriahkan Tomohon of Flower 2014

Para penari Maengket memperagkan atraksinya di depan panggung utama pada pembukaan ToF 2014

Negara Prancis di ToF 2014


Ini Tampilan Rusia di ToF 2014

Kontingen Rusia saat berparade di ToF 2014

Thailand dengan Gajah Putihnya di ajang Tomohon Of Flower 2014

Thailand membuat hiasan rangkaian bunga berbentuk Gajah Putih di ajang ToF 2014

Kontingen USA dengan Burung Rajawali di ToF 2014

Kontingen Amerika Serikat menampilkan design bunga berbentuk burung Rajawali dan bendera negara saat mengikuti Tournament of Flower di ajang Tomohon International Flower festival di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Indonesia,  9 Agustus tahun 2014

Peserta dari Hongkong Menampilkan Naga di Ajang Tomohon International Flower Festival Tomohon 2014


Senin, 07 Oktober 2013

Mencicipi Wisata Kuliner Malalayang Sambil Menikmati Pesona Pantai

MANADO – Kota Manado memang memiliki sejumlah tempat wisata, baik laut, bawah laut, peninggalan sejarah budaya, serta lainnya yang mengundang selera pengunjung.

Di bidang kuliner, Ibukota Provinsi Sulawesi Utara ini memiliki sejumlah lokasi menarik dan menantang lidah para wisatawan. Salah satunya wisata kuliner yang berlokasi disepanjang jalur pesisir pantai Malalayang .

Sambil menikmati pemandangan laut serta Pulau Bunaken dan Manado Tua di kejauhan, wisatawan tinggal memilih menu yang tersaji, seperti Pisang Goreng, Tahu Isi, Bubur Manado, Mie Cakalang, Ikan Roa, Ikan Cakalang Fufu, Ikang Woku, dan aneka  ikan laut yang diramu dengan aroma bumbu khas Manado.

Semua menu yang disajikan, selain beraneka rasa, juga dapat dibeli dengan harga yang relatif murah.

Di hari Minggu dan hari libur, sambil menikmati sajian menu, wisatawan pun bisa mandi dan berekreasi di pantai.

Jadi, bagi seluruh warga Manado dan sekitarnya, tidak terkecuali masyarakat Sulawesi Utara bahkan wisatawan domestik dan mancanegara, jika berkunjung ke Manado, tidak ada ruginya, jika menyempatkan diri, mencicipi wisata kuliner sambil menikmati pesona Pantai Malalayang.

Minggu, 25 Agustus 2013

Menteri Koperasi dan UKM Resmikan Kawasan Wisata Kuliner di Tomohon

Inggrit Kansil melakukan pengguntingan pita ( foto : hms)
TOMOHON, REALITA - Guna menggerakkan perekonomian masyarakat melalui ekonomi kerakyatan yang salah satunya melalui Koperasi dan UKM maka pada hari ini Jumat (23/8), Menteri Koperasi dan UKM RI Sjarifudin Hasan MM, MBA bersama Istri Inggrit Kansil yang juga merupakan anggota DPR-RI meresmikan Kawasan Wisata Kuliner di Kota Tomohon.

Menteri Koperasi & UKM mengatakan bahwa Kawasan PKL Kuliner ini merupakan satu-satunya yang ada di Kabupaten/Kota se  - Indonesia.

"PKL ini luar biasa sekali dan Kawasan ini merupakan catatan tersendiri. Saya pikir ini satu-satunya di Indonesia Pak Wali," kata Menteri.

Menurutnya kawasan wisata Kuliner ini merupakan satu catatan sejarah, dan merupakan kreativitas yang bagus.

"Saya merasa bangga dan mengucap terima kasih juga kepada seluruh masyarakat khususnya kepada Pemerintah Kota Tomohon dan Provinsi Sulawesi Utara," ujarnya.

Usai sambutan dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh anggota DPR RI Inggrit Kansil sebagai tanda diresmikannya Kawasan Kuliner PKL ini. 

Kemudian menteri Koperasi bersama ibu didampingi Walikota Tomohon dan pejabat terkait dari provinsi dan Kota Tomohon berkenan meninjau kawasan kuliner ini sekaligus berdialog singkat dengan para pengusaha kecil seperti penjual pisang goreng dan mi bakso, dimana menteri bersama ibu turut mencicipi Pisang Goroho Goreng pakai sambal sambil melontarkan kata ini enak dan kalau saya tinggal dekat disini pasti saya akan sering makan di sini. Tak lupa juga menteri Koperasi bersama Ibu dan para pejabat menikmati hidangan mi bakso yang dijajakan di sekitar kawasan kuliner ini.
 
Dalam rangkaian kegiatan ini pula dilanjutkan dengan jalan sehat dengan menteri dan Ibu, Wakil Gubernur Sulut bersama ibu dan Pemerintah Provinsi bersama Jajaran Pemerintah Kota Tomohon yang di lepas di Pusat Kota oleh menteri koperasi mengikuti jalur Protokol dan belok ke samping kantor sinode melewati SMK Kristen dan Smaker Tomohon dan Finish di Auditorium Bukit Inspirasi. Kegiatan ini dihadiri dan oleh jajaran pejabat di kementerian Koperasi dan pegawai Koperasi Provinsi Sulut bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Tomohon bersama dengan para pengurus & anggota Koperasi yang ada. 

Hmspemkottomohon

Selasa, 20 Agustus 2013

Kristovel Bawale dan Elvira Stevani Dinobatkan sebagai Ungke dan Momo 2013

Ungke dan Momo 2013 ( foto : ist)
TAHUNA, REALITA – Arti Indonesian idol Regina hadir sebagai bintang tamu memeriahkan perhelatan malam grand final Pemilihan Ungke & Momo Sangihe 2013, di pendopo rumah jabatan bupati.

Acara tahunan  pemkab ini, akhirnya menobatkan Kristovel Bawale dan Elvira Stevani sebagai ungke-momo 2013.

Ribuan orang memadati lapangan Santiago dan rumah jabatan bupati, Dinginnya malam di tahuna, tak mematahkan semangat masyarakat menyaksikan 43 finalis ungke dan momo serta penampilan spesial regina Indonesian idol.

Perjalalanan mereka mencapai mahkota kemenangan tidaklah mudah. Dari 43 orang, mereka di saring menjadi 20 finalis. Kemudian,  20 finalis  ini diberi pernyataan oleh para  juri. Setelah melewati  penilaian ini dihasilkan 10 finalis.

Bupati Drs. H. R Makagansa, Msi yang ikut menjadi juri kehormatan meminta ungke dan momo 2013 menunaikan tanggung jawab sebagai duta parawisata dalam mempromosikan sangihe di mata dunia.

“Janganlah berhenti berbicara  pada dunia tentang keindahan objek wisata yang ada di sangihe,” pesan Bupati.

Ditambahkanya, ini adalah kompetisi, ada yang menang dan kalah. Bagi yang belum mendapatkan kesempatan jangan kecewa karena banyak kesempatan yang lain.

“Teruslah berkarya  jangan pernah berhenti untuk mengembangkan pengetahuan dan bakat yang di miliki sehingga akan ada kesempatan yang lebih besar, yang menanti di kemudian hari,” ujarnya.

Kadis Parawisata Jeffry Gaghana, SH, MH meminta pemenang dapat mengemban amanah yang telah diberikan dengan penuh rasa tanggung jawab.

“Pemenang harus bisa menjalankan tugasnya  untuk wisata Sangihe,”  tandas Jeffry.

Hadir dalam acara ini Sekkab  Ir. Willy Kumentas, ketua TP PKK dr. Wiesje Makagansa-Rompis , ketua panitia  Debby Kumentas-Kalesaran dan pimpinan SKPD.

sangihe.go.id/Fian

Sabtu, 10 Agustus 2013

Inilah 10 Pohon yang Paling Dikeramatkan di Dunia

1.Pohon kehidupan

Pohon kehidupan


Pohon Kehidupan ini ditemukan di tengah gurun pasir di Bahrain, jauh dari organisme hidup lain atau sumber air. Ini adalah pohon mesquite berusia 400 tahun, yang akarnya dapat tumbuh lebih dari 160 meter, sehingga tangguh dalam iklim kering. Orang-orang terkadang sering menyebut pohon ini pohon keramat yang juga disebutkan dalam kitab-kitab.


Apapun kasusnya, pohon luar biasa seperti ini menyebabkan legenda berkembang dan menarik perhatian pengunjung dari seluruh dunia untuk melihat sekilas kedahsyatan pohon besar ini.



2.The Bodhi Tree

The Bodhi Tree 


Pernah mendengar Pohon Buddha? Yeah, pohon yang terdapat di Bodh Gaya, India, diyakini sebagai pohon keramat dimana Siddhartha Gautama mencapai pencerahan sekitar 2.500 tahun yang lalu. Menurut teks-teks Buddhis, tepat setelah Buddha mencapai pencerahan, ia menatap pohon dalam rasa syukur dengan mata tak berkedip selama satu minggu.


The Bodhi Tree dipandang sebagai tempat suci bahkan selama masa Buddha oleh Raja Asoka, yang memegang sebuah festival setiap tahun untuk menghormatinya. Namun, sang Ratu adalah istri "tipe pencemburu" dan pohon itu dibunuh oleh mandu duri. Tapi pohon Bodhi tumbuh kembali di tempat yang sama dan dekat sebuah kuil megah yang dibangun di sebelahnya. Bahkan saat ini, pohon keramat ini termasuk yang paling penting dari empat situs ziarah Buddhis



3.Major Oak

Major Oak 


Penduduk setempat dari Edwinstone, di jantung hutan Sherwood di Nottinghamshire, Inggris percaya pohon keramat tersebut berhubungan dengan Robin Hood telah menjadi tokoh rakyat penting bagi mereka sejak periode abad pertengahan, jauh sebelum film diciptakan.


Beberapa catatan menggambarkan Robin Hood sebagai petani sementara yang lain mengidentifikasi dirinya sebagai orang kaya yang tanahnya dirampas darinya, memaksa dia untuk menjadi penjahat. Apapun asal-usulnya, Pohon Major Oak dalam cerita dongeng menjadi tempat penampungan di mana Robin Hood dan Merry Men-nya tidur setelah seharian bekerja "mencuri dari orang kaya dan memberikan kepada orang miskin.



4.Árbol del Tule

Árbol del Tule 
ini pohon cemara Montezuma yang terletak di negara bagian Meksiko, Oaxaca dan memiliki batang gagah berani yang ada di dunia. Orang-orang mengira pohon ini tumbuh dari beberapa pohon yang bersatu, namun tes DNA telah membuktikan bahwa pohon tersebut hanya terdiri dari satu pohon.



Pada tahun 2001, pohon keramat ini ditempatkan pada daftar sementara UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia. Pohon ini kadang-kadang dijuluki sebagai Pohon Kehidupan karena semua bentuk hewan dapat dilihat di batangnya.


5.The Basket Tree

The Basket Tree 


Ketika masih kecil, Axel Erlandson pindah dari Swedia ke California dengan keluarganya. Saat ia berusia 41 tahun, Axel mulai membentuk pohon sebagai hobi. Desain nya menjadi lebih dan lebih rumit dan akhirnya ia membuka "Pohon Circus."


Untuk membuat pohon khusus ini, "The Basket Tree" Axel menanam enam pohon ara dalam lingkaran dan dicangkokkan secara bersama-sama. Ketika anak-anak bertanya bagaimana dia membuat pohon tumbuh seperti ini, ia hanya akan menjawab, "Saya berbicara dengan mereka.



6.Baobab Trees

Baobab Trees 


Walaupun mungkin terlihat seperti pohon dengan bentuk aneh dan unik, pohon horticulturists ini dapat memiliki bentuk menjulang tinggi dengan bentuk ranting daun seperti tangan dikarenakan evolusi.


Pohon-pohon besar dapat tumbuh hingga 50 kaki tingginya. Pohon-pohon asli daerah gersang seperti daratan Afrika, Semenanjung Arab, Madagaskar, dan Australia dan telah digunakan pada musim kemarau untuk mendapatkan pasokan air yang disimpan dalam cekungan di pohon. Bubuk putih dalam polong mereka dapat dimanfaatkan sebagai makanan, dan daunnya memiliki tujuan pengobatan.



7.The Cotton Tree

The Cotton Tree


Unik dan terbilang istimewa pohon ini tumbuh subur menjulang tinggi diperkotaan ibukota Sierra Leone. pada saat perang Amerika dan Inggris, legenda mengatakan bahwa para budak yang baru dibebaskan mendarat di bibir pantai, berjalan ke pohon raksasa, dan berputar-putar di sekitarnya, memberikan terima kasih untuk pembebasan mereka ke lahan bebas. Pada tanggal 11 Maret 1792, mereka mendirikan Freetown, dan hari ini disebut dengan ibukota Sierra Leone. Saat ini, Cotton Tree berdiri tepat di depan gedung Mahkamah Agung Freeto.



8.Anne Frank Tree

Anne Frank Tree 



Pohon keramat yang sering disebut Phon Kuda ini terletak di Amsterdam, memberikan secercah kecantikan untuk Anne Frank pada saat ia sedang membutuhkannya. Dalam Diary of a Young Girl, Frank buku terkenal, tentang waktu ia dan keluarganya menghabiskan bersembunyi dari Nazi selama Perang Dunia II, dia menggambarkan pohon khusus ini.

"Hampir setiap pagi aku pergi ke loteng untuk menghirup udara pengap keluar dari paru-paru saya. Dari tempat favorit saya di lantai Aku menatap ke langit biru dan pohon kastanye telanjang, yang cabang-cabangnya ditetesi air hujan sedikit bersinar, muncul seperti perak, dan pada camar dan burung lain saat mereka meluncur di atas angin. Selama ini ada, pikirku, aku hidup untuk melihatnya, sinar matahari ini, langit tak berawan, sementara ini berlangsung saya tidak bisa bahagia. "


Pohon ikonik itu ditiup oleh angin kencang turun selama badai pada tanggal 23 Agustus 2010. Pohon ini menjadi sbuah sejarah tentang Anne dan rumah di mana dia dan keluarganya tinggal.



9.The Methuselah Tree

The Methuselah Tree 


Pohon Metusalah seperti seorang kakek yang terasing dari keluarganya dan tak ada seorangpun berbicara padanya. Pohon ini adalah tertua yang dikenal hidup di planet ini, tapi lokasi yang tidak terungkap.


Mungkin karena sebuah pohon yang lebih tua, dijuluki Prometheus, tak sengaja ditebang pada tahun 1964 diperkirakan pohon tersebut berusia 4.843 tahun.



10.The Moon Trees

The Moon Trees 



Sementara pohon Metusalah mewakili sejarah epik planet kita, pohon bulan adalah simbol yang menarik di masa depan. Pada tahun 1971, Stuart Roosa mengambil 500 bibit pohon pada Apollo 14 misi di seluruh bulan. Setelah kembali, biji-bijian muncul dari permukaan yang berkecambah dan tumbuh bersama mahluk Bumi terikat di seluruh dunia.

Pohon-pohon bulan adalah metafora gambar-sempurna untuk masa depan kita sendiri. Mudah-mudahan, kita akan belajar nilai organisme yang sangat membuat bumi tetap hidup, bernapas, dan planet layak huni di tengah-tengah alam semesta yang tampaknya terpencil

Sumber : kumpulan-berita-unik

Senin, 05 Agustus 2013

Taj Mahal : Simbol Kisah Cinta Sejati

SHAH Jahan dan Arjumand Begum Bann, abad ke17, India. karena kesedihan akibat istri tercintanya meninggal dunia pada umur 39 saat melahirkan anak 14 mereka.

Ia menugaskan para bawahannya untuk membangun taj mahal, agar sang istri dapat selalu dikenangnya. 

Putranya kemudian memenjarakannya dan dia menghabiskan sisa hidupnya menatap ke luar jendela kamarnya di Taj, sambil merindukan Arjumand.

Saat ini Taj Mahal menjadi salah satu keajaiban dunia yang banyak dikunjungi wisatawan dari seluruh penjuru dunia
 
Sumber : cerpen

Ryokan Hoshi, Hotel Tertua di Dunia


hoshi ryokan12 Hotel Tertua di Dunia, Usianya 1000 Tahun Lebih


hoshi ryokan10 Hotel Tertua di Dunia, Usianya 1000 Tahun Lebih


hoshi ryokan01 Hotel Tertua di Dunia, Usianya 1000 Tahun Lebih

Hotel apa yang tertua di dunia? Jawabannya, Ryokan Hoshi di Onsen Awazu Komatsu, Ishikawa, Jepang. 
 
Menurut Guinness Book of World Record sudah berdiri lebih dari 1300 tahun lalu.
Kisahnya bermula di tahun 717. Seorang biksu, Taicho Daishi bermimpi bahwa ia diperintahkan dewa penjaga Gunung Hakusan untuk menemukan mata air panas di desa Awazu.
 
Kemudian sang biksu pergi ke desa tersebut bersama muridnya, Garyo Hoshi. Dengan bantuan penduduk desa mereka akhirnya berhasil menemukan lokasi mata air panas seperti terlihat dalam mimpi. Setelah ditemukan, biksu ini menyuruh penduduk desa yang sakit mandi di mata air dan konon mereka langsung sembuh.
Taicho memerintahkan muridnya membangun tempat perawatan (semacam spa) di atas lokasi mata air. Sejak itulah, sang murid Garyo Hoshi menjalankan usaha penginapan secara turun-temurun.

Saat ini Zengoro Hoshi, sebagai generasi ke-46 yang menjalankan bisnis hotel Ryokan Hoshi. Hotel ini sudah berkembang hingga memiliki 100 kamar dan bisa menampung sekitar 450 tamu di dalamnya.

Ada beberapa hal unik di hotel tertua ini. 

Pertama, bangunan-bangunan yang ada di Ryokan Hoshi diberi nama sesuai musim yang berlaku di Jepang, yaitu:
Shinshun no Yakata (awal musim semi/akhir musim dingin).
Haru no Yakata (musim semi)
Natsu no Yakata (musim panas)
Aki no Yakata (musim gugur).

Kedua, tamu yang datang ke hotel akan diberikan pakaian tradisional “Yukata”. Suasanya diciptakan seperti Jepang tempo dulu. Cocok bagi orang yang ingin mencari ketenangan di tempat ini.

Sumber : makinseru

Sabtu, 03 Agustus 2013

Cerita Rakyat Minahasa : Legenda Terjadinya Danau Tondano

Danau Tondano



PADA zaman dahulu di daerah Tondano, Sulawesi Utara, berdiri gunung yang menjulang tinggi. Di lereng gunung itu terdapat 2 kawasan/wilayah, yaitu utara dan selatan. Wilayah Selatan dikuasai oleh seorang Tonaas (Penguasa) yang memiliki putra tunggal yang bernama Maharimbow. Sementara penguasa wilayah utara juga memiliki anak tunggal yang bernama Marimbow. 

Penguasa bagia utara diselimuti kerisauan saat memikirkan pewaris tahtahnya nanti, karena anaknya seorang perempuan. Untuk mengatasi hal itu, ia membuat suatu ide yang terasa aneh.

Ia meminta anaknya untuk berpakaian dan berperilaku layaknya laki-laki dan meminta ia untuk tidak menikah seumur hidup. Permintaan Tonaas Utara di setujui dan di ikrarkan dalam upacara adat dihadapan Opo Empung (Tetua). 

Apabila sumpah itu dilanggar maka akan terjadi maapetaka yang dahsyat ditanah itu. Sementara itu, rupanya Tonaas wilayah selatan memiliki masalah yang hampir sama. Maharimbow diminta ersumpah untuk tidak menikah selama ayahnya masih hidup.

Pada suatu hari kedua pewaris tahta tersebut bertemu di daerah perbatasan. Maharimbow merasakan bahwa orang yang dilihatnya itu, meskipun berpakaian seorang kesatria tetapi memancarkan kelembutan seorang wanita. Ia menjadi penasaran dan ingin mengetahui orang misterius itu. 

Pada pertemuan berikutnya yang dimulai dengan pertengkaran/perkelahian, Maharimbow berhasil membuka tabir bahwa orang misterius itu adalah seoarang perempuan. Dialah Marimbow! 

Kemudian mereka berdua saling menaruh hati dan bersepakat untuk menjadi sepasang suami-istri dan bertekad untuk mempersatukan kedua wilayah tersebut. 

Namun, mereka tida menyadari bahwa mereka telah melanggar sumpah yang telah mereka Ikrarkan. 

Keesokkan harinya, tiba-tiba terjadi gempa dan gunung meletus yang begitu dasyat sehingga memusnakan daerah itu dengan bebatuan dan larva dan berubah bentuk menjadi suatu kubangan besar yang akhirnya menjadi danau yang kita kenal sekarang dengan nama danau Tondano.

Sumber : p4mri

Cerita Rakyat Talaud : Matinya Sang Naga

Naga yang membantu dan danau biru dari empedu naga yang pecah
ALKISAH sebuah perahu dari Utara melaju di antara terpaan gelombang dan badai. Dari daratan Cina sebuah keluarga berjuang mati-matian melarikan diri dari kejaran seekor Naga. Sang Naga menebar maut di sepanjang pengejarannya. Pulau-pulau yang merintangi jalan Naga terbelah oleh sambar ekornya. Pulau Sara salah satu korban sambaran maut ekornya. Seorang putri nan jelita yang masih kecil tetapi telah disumpahkan untuk diberikan padanya ternyata dilarikan oleh pihak keluarga dengan menggunakan sebuah perahu.

Kesaktian ketujuh saudara laki-laki dari putri tersebut sulit menandingi kehebatan sang Naga. Bahkan tebasan-tebasan pedang Ratuadio yang berisikan kekuatan magis hanya mampu melepaskan beberapa sisik saja.


Orang-orang Sulu, Tabukan, Malesoeng, dan Ternate sudah dijajaki untuk sebisanya membantu mereka mengatasi amukan Naga yang terus memburu perahu yang membawa lari Arrussuello. Tidak ada pihak yang bisa menyanggupi harapan mereka.

Dalam keadaan yang serba kalut, perahu yang sebelumnya mengarah ke Selatan diputar kembali menuju ke Utara, ke arah asal. Berharap di negeri-negeri yang kelak akan dilewati nanti masih ada orang yang berkesanggupan mengatasi bahaya yang terus membuntuti perjalanan mereka.

Tibalah mereka di salah satu teluk nusa Araallan (Pulau Karakelang). Sebuah gunung yang tidak terlalu menjulang tampak di hadapan mereka. Kepulan tipis asap dari atas puncak gunung tersebut menyiratkan ada tanda kehidupan manusia di sana.

Pada puncak gunung Piapi, ketajaman mata dari Mannatta dan Larrossa, dua Pandai Besi Kedatuan Pulutan (Puratangnga), menangkap suatu kejadian yang aneh sementara terjadi dari arah laut. Kedua Pandai Besi penghuni Tujuh Pintu (Ngara Pitu) puncak Piapi melihat seekor Naga tengah mengejar sebuah perahu. Sejurus kemudian tampak sesuatu dilempar dengan tenaga yang sangat luar biasa ke arah mereka, ke arah puncak Piapi. Barangkali hal inilah yang menjadi sumber masalah, pikir kedua Pandai Besi. Tanpa berpikir panjang merekapun melesat ke udara, menyambar sesuatu yang dilempar ke arah mereka tersebut. Alangkah terkejutnya Mannatta dan Larrossa menyadari sesuatu yang dilempar tadi ternyata adalah seorang anak gadis yang berparas sangat cantik.

Melihat peristiwa tersebut, Naga bergegas mengejar ke arah puncak gunung. Dia tidak ingin kehilangan gadis itu. Dengan kemampuan yang dimiliki, hanya dalam waktu yang singkat saja sang Naga telah berada di atas puncak Piapi dengan tanpa hentinya menebar maut terhadap apapun yang merintangi perjalannya.

Mannatta dan Larrossa, di negerinya Pulutan, biasa menyebut makhluk Naga itu dengan sebutan Atoanna atau yang berarti ular. Dengan senyum ramah mereka mempersilahkan Atoanna untuk bisa bersabar dan dapat mengikuti sebuah silaturahmi sederhana, makan pinang sirih, sebagaimana kebiasaan setempat dalam menjamu tamu. Tiga buah batu besar memerah dalam api sebagai sajian yang tengah dipersiapkan bagi Atoanna.

Tanpa merasa gentar sedikitpun Atoanna meladeni permintaan kedua Pandai Besi ini. Kalaupun silaturahmi tersebut merupakan bagian dari uji kesaktian maka pasti dirinya tidak akan bisa dikalahkan. Sayangnya, malang tidak dapat ditolak. Dalam seremoni kecil inilah sang Naga, sang Atoanna, akhirnya menggelepar lalu terkapar mati di pinggir laut seusai menelan tiga batu yang sebelumnya telah dipanaskan dalam api dengan rapalan beberapa mantra. Empedunya pecah menggenangi tanah. Tubuhnya lambat laun, yang entah karena proses alam atau entah karena proses magis apa, berubah menjadi batu.

Tubuh Atoanna yang telah berubah jadi batu tersebut dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan Puang Katoan (artinya : Kepala Ular) yang membujur sepanjang beberapa ratus meter di pinggir sebuah pantai. Empedu yang pecah tergenang di sekitar bujuran batu lalu menjadi sebuah danau kecil. Orang di negeri Pulutan menyebut danau tersebut dengan nama Melam (artinya : Biru). Konon, air danau itu selalu terlihat berwarna biru dan senantiasa dijaga oleh seekor Belut Emas, yang seluruh tubuhnya berwarna keemasan serta berkilauan bila tertimpa cahaya. Belut Emas tersebut dahulu seringkali dilihat oleh masyarakat setempat tapi kemudian hilang secara misterius.

Danau Melam dan Puang Katoan masih ada di Pulutan sampai sekarang sebagai saksi bisu cerita ini.

Sumber: Cerita Rakyat yang terdapat di Pulutan - Kepulauan Talaud - Sulawesi Utara. Dibahasakan kembali oleh Ie Hadi G

Kamis, 01 Agustus 2013

Mata Air Mujizat Desa Lalumpe

DESA Lalumpe terletak di Minahasa Selatan - dalam jajaran wullur ma’atus - kecamatan Motoling. Luasnya kurang lebih 1500. Ada banyak hal unik di desa ini ketika kita bertanya dan berusaha mendengarkan dengan saksama cerita dari masyarakat tentang hal-hal yang menjadi ciri khasnya. 

Hampir semua masyarakat mempunyai cerita mereka masing-masing tentang perkembangan masyarakat mereka sendiri. Ada banyak hal yang menghiasi perkembangan masyarakat dari mitos, legenda, dan sejarah.

Salah satu hal yang khas di desa Lalumpe - yang namanya diambil dari nama jenis tanaman kayu ini - yang sudah menjadi legenda dan cerita turun temurun adalah Air Mujizat. Hal unik pertama yang akan muncul ketika kita bertanya tentang desa ini adalah Air Mujizat; baik orang tua maupun yang muda. Ceritanya di mulai sekitar tahun 1937 ketika rombongan mapalus yang berjumlah 13 orang yang dikepalai oleh Simson dan Aflis Sengkey sedang kehausan dan mencari air di perkebunan yang disebut maumbi. Kedua orang tersebut merupakan tua-tua jemaat di Pantekosta. Tetapi rombongan mapalus itu merupakan gabungan dari jemaat Pantekosta (GPDI), GMIM, dan Katolik.   

Pada waktu itu musim kemarau yang cukup panjang berlangsung sampai sepuluh bulan. Sumber mata air desa sudah kering sehingga terjadi krisis air dan orang-orang mulai mencari sumber mata air yang baru.

Terinspirasi dari kisah Musa dalam kitab suci orang Kristen (Alkitab) maka dengan iman mereka berdoa – yang dipimpin oleh Simson Sengkey - kepada Tuhan. Awalnya tanah menjadi lembab dan akhirnya dari antara bebatuan yang terletak di lereng bukit muncullah mata air. Air yang ada di situ cukup melegenda oleh karena tak pernah menjadi kering sekali pun di musim kemarau yang panjang. Anehnya juga air di tempat ini tidak ditinggali katak atau jentik nyamuk padahal airnya tidak mengalir. 

Dalam masyarakat desa Lalumpe yang sangat religius-kristen menjadikan tempat ini sebagai bukti iman mereka sehingga di tahun 2011 pada HUT GPDI dibuat aksi teaterikal tentang mujizat Tuhan di desa Lalumpe. Air mujizat ini hanya merupakan genangan yang tidak mengalir walaupun tempatnya di kemiringan. Kondisi tempat air mujizat dari tahun ke tahun terjadi perubahan baik secara alami maupun campur tangan masyarakat desa. Dulunya, menurut seorang warga desa genangan air di tempat itu ada beberapa tetapi memiliki pusat genangan yang lebih besar dari yang lain. Tetapi sekarang ini tinggallah satu genangan air di sana.

Dari tahun 1937 sampai 1962 cerita tentang air mujizat terlupakan dan akhirnya seorang pendeta yang juga sebagai wartawan yaitu Nicky Sumual berusaha menggali sejarahnya kembali untuk melengkapi sejarah perkembangan Pantekosta. Dalam kurun waktu ini nama untuk menunjukkan tempat bersejarah itu belum ada sehingga terjadi tawar menawar antara Pendeta Kumajas dan Nicky Sumual untuk memberi nama tempat itu. Pendeta Kumajas menawarkan nama air Mujizat sementara Pendeta Nicky Sumual mengusulkan nama Air Sembayang. Tetapi akhirnya dalam penulisan sejarah Pendeta Sumual menggunakan nama Air Mujizat.

Pada tahun 1986 ketika  Air Mujizat telah menjadi pembicaraan di kalangan jemaat Kristen maka misionaris dari Kanada, Amerika, Australia dan juga hamba-hamba tuhan yang berasal dari Jawa datang berkunjung di desa Lalumpe untuk melihat tempat di mana ada Air Mujizat. Mereka juga masing-masing mengambil air dari tempat itu yang mungkin dijadikan sebagai kenang-kenangan atau souvenir yang mereka isi dalam botol. 

Oleh karena semakin banyak orang yang tahu dan tertarik untuk mengunjungi tempat ini maka sebagian masyarakat Lalumpe ingin membuat tempat itu menjadi objek wisata dengan pertimbangan ekonomis. Hal ini mendapat protes dari masyarakat yang lain oleh karena menurut mereka mujizat Tuhan tidak seharusnya diperlakukan sebagai objek wisata apalagi membayar karcis masuk.

Ketika kita melihat secara langsung tempat Air Mujizat ini mungkin sangatlah berkesan biasa saja. Tetapi dalam masyarakat Lalumpe - khususnya jemaat Pantekosta - ada makna lebih mendalam yang diwariskan kepada beberapa generasi di desa ini. Seakan-akan Aer Mujizat adalah salah satu identitas masyarakat ini yang merupakan bukti dari kepercayaan atau iman kristiani tua-tua mereka dahulu. Kekristenan memang telah menyatu dengan jiwa masyarakat di desa ini sehingga kebanyakan cerita dari masyarakat selalu berkaitan dengan Kekristenan.

Air mujizat merupakan tempat yang bersejarah dan menjadi tempat yang keramat di desa Lalumpe. Sehingga hampir seluruh masyarakat mengetahui akan cerita dan tempat Air Mujizat. Memang dulunya ada warga yang tidak percaya dengan cerita tentang tempat ini sehingga dia tidak menghargainya. Suatu waktu dia ingin menguji kekeramatan Air Mujizat dengan membawa sapi untuk diberi minum di tempat itu. Hari berikutnya sapinya mati dan dia mendapat bukti bahwa tempat itu bukanlah tempat biasa. 

Memang ketika sejarah yang diceritakan dari generasi ke generasi mendapat tanggapan yang tak acuh dan justru mengabaikannya. Generasi sekarang memang kurang menghargai nilai-nilai historis bangsanya sendiri. 

Tak jarang generasi muda sekarang jika ditanya tentang sejarah tempat mereka tinggal dijawab dengan kata ‘tidak tahu’. Rasionalitas barat telah memberi kerangka berpikir yang membuat kita menjadi ragu dan bahkan tidak percaya dengan diri kita sendiri.

Sumber : iswadisual
 

Sabtu, 27 Juli 2013

Sumber Mata Air Panas di Pantai Moinit

OBYEK Wisata Pantai Moinit terletak di sebelah selatan Kabupaten Minahasa Selatan,  tepat berada di antara desa Teep dan desa Tawaang di Kecamatan Amurang. 

Dari ibukota kecamatan hanya berjarak sekitar 15 km. 

Sedangkan dari pusat ibukota Provinsi sulawesi Utara, Manado bisa ditempuh melalui perjalanan darat sekitar 1,5 jam 

Pantai Moinit banyak menyimpan keaneka-ragaman Flora dan Fauna, apalagi pemandangannya sangat eksotis.
 
Salah satu ciri khas dari lokasi ini adalah adanya sumber mata air panas yang keluar dari dalam air.

Linow lakes: Lake Changing Color

LINOW lake has an area of ​​approximately 34 hectares, located in the Village Lahendong Tomohon.

In addition to the beautiful scenery around the lake, this lake has its own characteristics, namely high levels of sulfur, so the color of the lake water appears always changing. She always looks beautiful due to the emergence of colorful earlier.

Visitors will be amazed by the color change when glanced at it from various angles. Nevertheless, it must be remembered that the visitors should be careful with boiling hot mud pools located on the shores of the lake.

The lake is 'save' beautiful colors and always changing is in the province of North Sulawesi. The lake can be reached by public transport / minibus from the bus station in a nearby town, the City of Tomohon. After that, proceed to walk about 700 meters to the lake Linow. Nature enthusiasts Linow a lake, can see the charm of the village Lahendong located near the lake

Around the lake there are endemic species such as birds and insects blibis by locals called "sayok" or "Komo." Unique insects that live in the water but the wings and can fly into consumption locals. Sometimes the sound of small birds chirping and a large white bird that crosses the lake.

wisatanesia

Pemandian Air Panas Ranopaso

Pemandian Air Panas Ranopaso,Ranopaso adalah bahasa masyarakat setempat yang berarti air panas, merupakan salah satu tempat pemandian air panas yang ada di kabupaten Minahasa.

Pemandian air panas dengan nuansa tradisional ini terletak di Desa Koya Kecamatan Tondano Barat ini sangat mudah di kunjungi karena hanya 3 km dari Kota Tondano. 

Selain tersedia pemandian air panas di lokasi ini pengunjung dapat juga menikamati kolam air panas untuk berendam.

Pemandian air panas alam di Kabupaten Minahasa lainnya banyak di jumpai seperti di Tataaran- Tondano, Karumenga, Kinali, Wale Papetaupan-Sonder, dan lainlain.

Pemandian air panas di Tataaran juga menyediakan pemandangan yang indah akan pegunungan dan persawahan yang ada di depannya. Ditempat ini juga sangat ideal untuk tinggal menginap, karena disekitar pemandian telah tersedia penginapan. Selain itu tersedia juga kolam pemandian yang alami. Pemandian ini dapat dijangkau dengan mudah karena sangat dekat dengan kota Tondano hanya 3 km atau 15 menit dengan kendaraan umum.

Pemandian air panas mineral dikarumenga adalah tempat yang baik untuk beristirahat sambil berendam. Terdapat di Kecamatan Langowan tepatnya Desa Karumenga yang jaraknya 50 km dari Kota Manado.

Selain pemandian panas tersebut di Kabupaten Minahasa juga terdapat pemandian air panas yang telah dikembangkan seperti Kinali di Kecamatan Kawangkoan, wale papateupan di Kecamatan Sonder dan Paso di Kecamatan Remboken.(wisatanesia)