Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Kamis, 14 Agustus 2014
Senin, 07 Oktober 2013
Mencicipi Wisata Kuliner Malalayang Sambil Menikmati Pesona Pantai
MANADO – Kota Manado
memang memiliki sejumlah tempat wisata, baik laut, bawah laut,
peninggalan sejarah budaya, serta lainnya yang mengundang selera pengunjung.
Di bidang kuliner, Ibukota Provinsi Sulawesi Utara ini memiliki sejumlah lokasi menarik dan menantang lidah para wisatawan. Salah satunya wisata kuliner yang berlokasi disepanjang jalur pesisir pantai Malalayang .
Sambil menikmati pemandangan laut serta
Pulau Bunaken dan Manado Tua di kejauhan, wisatawan tinggal memilih menu
yang tersaji, seperti Pisang Goreng, Tahu Isi, Bubur Manado, Mie
Cakalang, Ikan Roa, Ikan Cakalang Fufu, Ikang Woku, dan aneka ikan laut
yang diramu dengan aroma bumbu khas Manado.
Semua menu yang disajikan, selain beraneka rasa, juga dapat dibeli dengan harga yang relatif murah.
Di hari Minggu dan hari libur, sambil menikmati sajian menu, wisatawan pun bisa mandi dan berekreasi di pantai.
Jadi, bagi seluruh warga Manado dan sekitarnya, tidak terkecuali masyarakat Sulawesi Utara bahkan wisatawan domestik dan mancanegara, jika berkunjung ke Manado, tidak ada ruginya, jika menyempatkan diri, mencicipi wisata kuliner sambil menikmati pesona Pantai Malalayang.
Minggu, 25 Agustus 2013
Menteri Koperasi dan UKM Resmikan Kawasan Wisata Kuliner di Tomohon
![]() |
| Inggrit Kansil melakukan pengguntingan pita ( foto : hms) |
TOMOHON, REALITA - Guna
menggerakkan perekonomian masyarakat melalui ekonomi kerakyatan yang
salah satunya melalui Koperasi dan UKM maka pada hari ini Jumat (23/8), Menteri Koperasi dan UKM RI Sjarifudin Hasan MM, MBA
bersama Istri Inggrit Kansil yang juga merupakan anggota DPR-RI meresmikan Kawasan Wisata Kuliner di Kota Tomohon.
Menteri Koperasi & UKM mengatakan
bahwa Kawasan PKL Kuliner ini merupakan satu-satunya
yang ada di Kabupaten/Kota se - Indonesia.
"PKL ini luar biasa sekali dan Kawasan ini merupakan catatan
tersendiri. Saya pikir ini satu-satunya di Indonesia Pak Wali," kata
Menteri.
Menurutnya kawasan wisata Kuliner ini merupakan satu catatan sejarah, dan merupakan kreativitas
yang bagus.
"Saya merasa bangga dan mengucap terima kasih juga kepada
seluruh masyarakat khususnya kepada Pemerintah Kota Tomohon dan
Provinsi Sulawesi Utara," ujarnya.
Usai sambutan dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh anggota DPR RI Inggrit Kansil sebagai tanda diresmikannya Kawasan Kuliner PKL ini.
Kemudian menteri Koperasi bersama ibu didampingi Walikota Tomohon
dan pejabat terkait dari provinsi dan Kota Tomohon berkenan meninjau
kawasan kuliner ini sekaligus berdialog singkat dengan para pengusaha
kecil seperti penjual pisang goreng dan mi bakso, dimana menteri bersama
ibu turut mencicipi Pisang Goroho Goreng pakai sambal sambil
melontarkan kata ini enak dan kalau saya tinggal dekat disini pasti saya
akan sering makan di sini. Tak lupa juga menteri Koperasi bersama Ibu
dan para pejabat menikmati hidangan mi bakso yang dijajakan di sekitar
kawasan kuliner ini.
Dalam rangkaian kegiatan ini pula dilanjutkan
dengan jalan sehat dengan menteri dan Ibu, Wakil Gubernur Sulut bersama
ibu dan Pemerintah Provinsi bersama Jajaran Pemerintah Kota Tomohon yang
di lepas di Pusat Kota oleh menteri koperasi mengikuti jalur Protokol
dan belok ke samping kantor sinode melewati SMK Kristen dan Smaker
Tomohon dan Finish di Auditorium Bukit Inspirasi. Kegiatan ini dihadiri
dan oleh jajaran pejabat di kementerian Koperasi dan pegawai Koperasi
Provinsi Sulut bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Tomohon bersama
dengan para pengurus & anggota Koperasi yang ada.
Hmspemkottomohon
Selasa, 20 Agustus 2013
Kristovel Bawale dan Elvira Stevani Dinobatkan sebagai Ungke dan Momo 2013
![]() |
| Ungke dan Momo 2013 ( foto : ist) |
TAHUNA, REALITA – Arti Indonesian idol
Regina hadir sebagai bintang tamu memeriahkan perhelatan malam grand
final Pemilihan Ungke & Momo Sangihe 2013, di pendopo rumah jabatan
bupati.
Acara tahunan pemkab ini, akhirnya menobatkan Kristovel Bawale dan Elvira Stevani sebagai ungke-momo 2013.
Ribuan orang memadati lapangan Santiago
dan rumah jabatan bupati, Dinginnya malam di tahuna, tak mematahkan
semangat masyarakat menyaksikan 43 finalis ungke dan momo serta
penampilan spesial regina Indonesian idol.
Perjalalanan mereka mencapai mahkota
kemenangan tidaklah mudah. Dari 43 orang, mereka di saring menjadi 20
finalis. Kemudian, 20 finalis ini diberi pernyataan oleh para juri.
Setelah melewati penilaian ini dihasilkan 10 finalis.
Bupati Drs. H. R Makagansa, Msi yang
ikut menjadi juri kehormatan meminta ungke dan momo 2013 menunaikan
tanggung jawab sebagai duta parawisata dalam mempromosikan sangihe di
mata dunia.
“Janganlah berhenti berbicara pada dunia tentang keindahan objek wisata yang ada di sangihe,” pesan Bupati.
Ditambahkanya, ini adalah kompetisi, ada
yang menang dan kalah. Bagi yang belum mendapatkan kesempatan jangan
kecewa karena banyak kesempatan yang lain.
“Teruslah berkarya jangan pernah
berhenti untuk mengembangkan pengetahuan dan bakat yang di miliki
sehingga akan ada kesempatan yang lebih besar, yang menanti di kemudian
hari,” ujarnya.
Kadis Parawisata Jeffry Gaghana, SH, MH
meminta pemenang dapat mengemban amanah yang telah diberikan dengan
penuh rasa tanggung jawab.
“Pemenang harus bisa menjalankan tugasnya untuk wisata Sangihe,” tandas Jeffry.
Hadir dalam acara ini Sekkab Ir. Willy
Kumentas, ketua TP PKK dr. Wiesje Makagansa-Rompis , ketua panitia
Debby Kumentas-Kalesaran dan pimpinan SKPD.
sangihe.go.id/Fian
Sabtu, 10 Agustus 2013
Inilah 10 Pohon yang Paling Dikeramatkan di Dunia
1.Pohon kehidupan
Pohon
Kehidupan ini ditemukan di tengah gurun pasir di Bahrain, jauh dari
organisme hidup lain atau sumber air. Ini adalah pohon mesquite berusia
400 tahun, yang akarnya dapat tumbuh lebih dari 160 meter, sehingga
tangguh dalam iklim kering. Orang-orang terkadang sering menyebut pohon
ini pohon keramat yang juga disebutkan dalam kitab-kitab.
Apapun
kasusnya, pohon luar biasa seperti ini menyebabkan legenda berkembang
dan menarik perhatian pengunjung dari seluruh dunia untuk melihat
sekilas kedahsyatan pohon besar ini.
2.The Bodhi Tree
Pernah mendengar Pohon Buddha? Yeah, pohon yang terdapat di Bodh Gaya, India, diyakini sebagai pohon keramat
dimana Siddhartha Gautama mencapai pencerahan sekitar 2.500 tahun yang
lalu. Menurut teks-teks Buddhis, tepat setelah Buddha mencapai
pencerahan, ia menatap pohon dalam rasa syukur dengan mata tak berkedip
selama satu minggu.
The
Bodhi Tree dipandang sebagai tempat suci bahkan selama masa Buddha oleh
Raja Asoka, yang memegang sebuah festival setiap tahun untuk
menghormatinya. Namun, sang Ratu adalah istri "tipe pencemburu" dan
pohon itu dibunuh oleh mandu duri. Tapi pohon Bodhi tumbuh kembali di
tempat yang sama dan dekat sebuah kuil megah yang dibangun di
sebelahnya. Bahkan saat ini, pohon keramat ini termasuk yang paling penting dari empat situs ziarah Buddhis
3.Major Oak
Penduduk setempat dari Edwinstone, di jantung hutan Sherwood di Nottinghamshire, Inggris percaya pohon keramat
tersebut berhubungan dengan Robin Hood telah menjadi tokoh rakyat
penting bagi mereka sejak periode abad pertengahan, jauh sebelum film
diciptakan.
Beberapa
catatan menggambarkan Robin Hood sebagai petani sementara yang lain
mengidentifikasi dirinya sebagai orang kaya yang tanahnya dirampas
darinya, memaksa dia untuk menjadi penjahat. Apapun asal-usulnya, Pohon
Major Oak dalam cerita dongeng menjadi tempat penampungan di mana Robin
Hood dan Merry Men-nya tidur setelah seharian bekerja "mencuri dari
orang kaya dan memberikan kepada orang miskin.
4.Árbol del Tule
ini
pohon cemara Montezuma yang terletak di negara bagian Meksiko, Oaxaca
dan memiliki batang gagah berani yang ada di dunia. Orang-orang mengira
pohon ini tumbuh dari beberapa pohon yang bersatu, namun tes DNA telah
membuktikan bahwa pohon tersebut hanya terdiri dari satu pohon.
Pada tahun 2001, pohon keramat
ini ditempatkan pada daftar sementara UNESCO sebagai Situs Warisan
Dunia. Pohon ini kadang-kadang dijuluki sebagai Pohon Kehidupan karena
semua bentuk hewan dapat dilihat di batangnya.
5.The Basket Tree
Ketika
masih kecil, Axel Erlandson pindah dari Swedia ke California dengan
keluarganya. Saat ia berusia 41 tahun, Axel mulai membentuk pohon
sebagai hobi. Desain nya menjadi lebih dan lebih rumit dan akhirnya ia
membuka "Pohon Circus."
Untuk
membuat pohon khusus ini, "The Basket Tree" Axel menanam enam pohon ara
dalam lingkaran dan dicangkokkan secara bersama-sama. Ketika anak-anak
bertanya bagaimana dia membuat pohon tumbuh seperti ini, ia hanya akan
menjawab, "Saya berbicara dengan mereka.
6.Baobab Trees
Walaupun
mungkin terlihat seperti pohon dengan bentuk aneh dan unik, pohon
horticulturists ini dapat memiliki bentuk menjulang tinggi dengan bentuk
ranting daun seperti tangan dikarenakan evolusi.
Pohon-pohon
besar dapat tumbuh hingga 50 kaki tingginya. Pohon-pohon asli daerah
gersang seperti daratan Afrika, Semenanjung Arab, Madagaskar, dan
Australia dan telah digunakan pada musim kemarau untuk mendapatkan
pasokan air yang disimpan dalam cekungan di pohon. Bubuk putih dalam
polong mereka dapat dimanfaatkan sebagai makanan, dan daunnya memiliki
tujuan pengobatan.
7.The Cotton Tree
Unik
dan terbilang istimewa pohon ini tumbuh subur menjulang tinggi
diperkotaan ibukota Sierra Leone. pada saat perang Amerika dan Inggris,
legenda mengatakan bahwa para budak yang baru dibebaskan mendarat di
bibir pantai, berjalan ke pohon raksasa, dan berputar-putar di
sekitarnya, memberikan terima kasih untuk pembebasan mereka ke lahan
bebas. Pada tanggal 11 Maret 1792, mereka mendirikan Freetown, dan hari
ini disebut dengan ibukota Sierra Leone. Saat ini, Cotton Tree berdiri
tepat di depan gedung Mahkamah Agung Freeto.
8.Anne Frank Tree
Pohon keramat
yang sering disebut Phon Kuda ini terletak di Amsterdam, memberikan
secercah kecantikan untuk Anne Frank pada saat ia sedang membutuhkannya.
Dalam Diary of a Young Girl, Frank buku terkenal, tentang waktu ia dan
keluarganya menghabiskan bersembunyi dari Nazi selama Perang Dunia II,
dia menggambarkan pohon khusus ini.
"Hampir
setiap pagi aku pergi ke loteng untuk menghirup udara pengap keluar
dari paru-paru saya. Dari tempat favorit saya di lantai Aku menatap ke
langit biru dan pohon kastanye telanjang, yang cabang-cabangnya ditetesi
air hujan sedikit bersinar, muncul seperti perak, dan pada camar dan
burung lain saat mereka meluncur di atas angin. Selama ini ada, pikirku,
aku hidup untuk melihatnya, sinar matahari ini, langit tak berawan,
sementara ini berlangsung saya tidak bisa bahagia. "
Pohon
ikonik itu ditiup oleh angin kencang turun selama badai pada tanggal 23
Agustus 2010. Pohon ini menjadi sbuah sejarah tentang Anne dan rumah di
mana dia dan keluarganya tinggal.
9.The Methuselah Tree
Pohon
Metusalah seperti seorang kakek yang terasing dari keluarganya dan tak
ada seorangpun berbicara padanya. Pohon ini adalah tertua yang dikenal
hidup di planet ini, tapi lokasi yang tidak terungkap.
Mungkin
karena sebuah pohon yang lebih tua, dijuluki Prometheus, tak sengaja
ditebang pada tahun 1964 diperkirakan pohon tersebut berusia 4.843
tahun.
10.The Moon Trees
Sementara
pohon Metusalah mewakili sejarah epik planet kita, pohon bulan adalah
simbol yang menarik di masa depan. Pada tahun 1971, Stuart Roosa
mengambil 500 bibit pohon pada Apollo 14 misi di seluruh bulan. Setelah
kembali, biji-bijian muncul dari permukaan yang berkecambah dan tumbuh
bersama mahluk Bumi terikat di seluruh dunia.
Pohon-pohon bulan adalah metafora gambar-sempurna untuk masa depan kita
sendiri. Mudah-mudahan, kita akan belajar nilai organisme yang sangat
membuat bumi tetap hidup, bernapas, dan planet layak huni di
tengah-tengah alam semesta yang tampaknya terpencil
Sumber : kumpulan-berita-unik
Senin, 05 Agustus 2013
Taj Mahal : Simbol Kisah Cinta Sejati
SHAH Jahan dan Arjumand Begum Bann, abad ke17, India. karena kesedihan
akibat istri tercintanya meninggal dunia pada umur 39 saat melahirkan
anak 14 mereka.
Ia menugaskan para bawahannya untuk membangun taj mahal,
agar sang istri dapat selalu dikenangnya.
Putranya kemudian
memenjarakannya dan dia menghabiskan sisa hidupnya menatap ke luar
jendela kamarnya di Taj, sambil merindukan Arjumand.
Saat ini Taj Mahal menjadi salah satu keajaiban dunia yang banyak dikunjungi wisatawan dari seluruh penjuru dunia
Sumber : cerpen
Ryokan Hoshi, Hotel Tertua di Dunia



Hotel apa yang tertua di dunia? Jawabannya, Ryokan Hoshi di Onsen Awazu Komatsu, Ishikawa, Jepang.
Menurut Guinness Book of World Record sudah berdiri lebih dari 1300 tahun lalu.
Kisahnya bermula di tahun 717. Seorang biksu, Taicho Daishi bermimpi bahwa ia diperintahkan dewa penjaga Gunung Hakusan untuk menemukan mata air panas di desa Awazu.
Kisahnya bermula di tahun 717. Seorang biksu, Taicho Daishi bermimpi bahwa ia diperintahkan dewa penjaga Gunung Hakusan untuk menemukan mata air panas di desa Awazu.
Kemudian sang biksu pergi ke desa tersebut bersama muridnya, Garyo
Hoshi. Dengan bantuan penduduk desa mereka akhirnya berhasil menemukan
lokasi mata air panas seperti terlihat dalam mimpi. Setelah ditemukan,
biksu ini menyuruh penduduk desa yang sakit mandi di mata air dan konon
mereka langsung sembuh.
Taicho memerintahkan muridnya membangun tempat perawatan (semacam spa) di atas lokasi mata air. Sejak itulah, sang murid Garyo Hoshi menjalankan usaha penginapan secara turun-temurun.
Taicho memerintahkan muridnya membangun tempat perawatan (semacam spa) di atas lokasi mata air. Sejak itulah, sang murid Garyo Hoshi menjalankan usaha penginapan secara turun-temurun.
Saat ini Zengoro Hoshi, sebagai generasi ke-46 yang menjalankan bisnis hotel Ryokan Hoshi. Hotel ini sudah berkembang hingga memiliki 100 kamar dan bisa menampung sekitar 450 tamu di dalamnya.
Ada beberapa hal unik di hotel tertua ini.
Pertama, bangunan-bangunan yang ada di Ryokan Hoshi diberi nama sesuai musim yang berlaku di Jepang, yaitu:
Shinshun no Yakata (awal musim semi/akhir musim dingin).
Haru no Yakata (musim semi)
Natsu no Yakata (musim panas)
Aki no Yakata (musim gugur).
Haru no Yakata (musim semi)
Natsu no Yakata (musim panas)
Aki no Yakata (musim gugur).
Kedua, tamu yang datang ke hotel akan diberikan pakaian tradisional
“Yukata”. Suasanya diciptakan seperti Jepang tempo dulu. Cocok bagi
orang yang ingin mencari ketenangan di tempat ini.
Sumber : makinseru
Sabtu, 03 Agustus 2013
Cerita Rakyat Minahasa : Legenda Terjadinya Danau Tondano
| Danau Tondano |
PADA zaman dahulu di daerah Tondano, Sulawesi Utara, berdiri gunung yang
menjulang tinggi. Di lereng gunung itu terdapat 2 kawasan/wilayah,
yaitu utara dan selatan. Wilayah Selatan dikuasai oleh seorang Tonaas
(Penguasa) yang memiliki putra tunggal yang bernama Maharimbow.
Sementara penguasa wilayah utara juga memiliki anak tunggal yang bernama
Marimbow.
Penguasa bagia utara diselimuti kerisauan saat memikirkan pewaris tahtahnya nanti, karena
anaknya seorang perempuan. Untuk mengatasi hal itu, ia membuat suatu
ide yang terasa aneh.
Ia meminta anaknya untuk berpakaian dan
berperilaku layaknya laki-laki dan meminta ia untuk tidak menikah seumur
hidup. Permintaan Tonaas Utara di setujui dan di ikrarkan dalam upacara
adat dihadapan Opo Empung (Tetua).
Apabila sumpah itu dilanggar maka
akan terjadi maapetaka yang dahsyat ditanah itu. Sementara itu, rupanya
Tonaas wilayah selatan memiliki masalah yang hampir sama. Maharimbow
diminta ersumpah untuk tidak menikah selama ayahnya masih hidup.
Pada suatu hari kedua pewaris tahta
tersebut bertemu di daerah perbatasan. Maharimbow merasakan bahwa orang
yang dilihatnya itu, meskipun berpakaian seorang kesatria tetapi
memancarkan kelembutan seorang wanita. Ia menjadi penasaran dan ingin
mengetahui orang misterius itu.
Pada pertemuan berikutnya yang dimulai
dengan pertengkaran/perkelahian, Maharimbow berhasil membuka tabir bahwa
orang misterius itu adalah seoarang perempuan. Dialah Marimbow!
Kemudian mereka berdua saling menaruh hati dan bersepakat untuk menjadi
sepasang suami-istri dan bertekad untuk mempersatukan kedua wilayah
tersebut.
Namun, mereka tida menyadari bahwa mereka telah melanggar
sumpah yang telah mereka Ikrarkan.
Keesokkan harinya, tiba-tiba terjadi
gempa dan gunung meletus yang begitu dasyat sehingga memusnakan daerah
itu dengan bebatuan dan larva dan berubah bentuk menjadi suatu kubangan
besar yang akhirnya menjadi danau yang kita kenal sekarang dengan nama
danau Tondano.
Sumber : p4mri
Cerita Rakyat Talaud : Matinya Sang Naga
| Naga yang membantu dan danau biru dari empedu naga yang pecah |
ALKISAH sebuah perahu dari Utara melaju di antara terpaan gelombang dan badai.
Dari daratan Cina sebuah keluarga berjuang mati-matian melarikan diri
dari kejaran seekor Naga. Sang Naga menebar maut di sepanjang
pengejarannya. Pulau-pulau yang merintangi jalan Naga terbelah oleh
sambar ekornya. Pulau Sara salah satu korban sambaran maut ekornya.
Seorang putri nan jelita yang masih kecil tetapi telah disumpahkan untuk
diberikan padanya ternyata dilarikan oleh pihak keluarga dengan
menggunakan sebuah perahu.
Kesaktian ketujuh saudara laki-laki dari putri tersebut sulit menandingi kehebatan sang Naga. Bahkan tebasan-tebasan pedang Ratuadio yang berisikan kekuatan magis hanya mampu melepaskan beberapa sisik saja.
Orang-orang Sulu, Tabukan, Malesoeng, dan Ternate sudah dijajaki untuk sebisanya membantu mereka mengatasi amukan Naga yang terus memburu perahu yang membawa lari Arrussuello. Tidak ada pihak yang bisa menyanggupi harapan mereka.
Dalam keadaan yang serba kalut, perahu yang sebelumnya mengarah ke Selatan diputar kembali menuju ke Utara, ke arah asal. Berharap di negeri-negeri yang kelak akan dilewati nanti masih ada orang yang berkesanggupan mengatasi bahaya yang terus membuntuti perjalanan mereka.
Tibalah mereka di salah satu teluk nusa Araallan (Pulau Karakelang). Sebuah gunung yang tidak terlalu menjulang tampak di hadapan mereka. Kepulan tipis asap dari atas puncak gunung tersebut menyiratkan ada tanda kehidupan manusia di sana.
Pada puncak gunung Piapi, ketajaman mata dari Mannatta dan Larrossa, dua Pandai Besi Kedatuan Pulutan (Puratangnga), menangkap suatu kejadian yang aneh sementara terjadi dari arah laut. Kedua Pandai Besi penghuni Tujuh Pintu (Ngara Pitu) puncak Piapi melihat seekor Naga tengah mengejar sebuah perahu. Sejurus kemudian tampak sesuatu dilempar dengan tenaga yang sangat luar biasa ke arah mereka, ke arah puncak Piapi. Barangkali hal inilah yang menjadi sumber masalah, pikir kedua Pandai Besi. Tanpa berpikir panjang merekapun melesat ke udara, menyambar sesuatu yang dilempar ke arah mereka tersebut. Alangkah terkejutnya Mannatta dan Larrossa menyadari sesuatu yang dilempar tadi ternyata adalah seorang anak gadis yang berparas sangat cantik.
Melihat peristiwa tersebut, Naga bergegas mengejar ke arah puncak gunung. Dia tidak ingin kehilangan gadis itu. Dengan kemampuan yang dimiliki, hanya dalam waktu yang singkat saja sang Naga telah berada di atas puncak Piapi dengan tanpa hentinya menebar maut terhadap apapun yang merintangi perjalannya.
Mannatta dan Larrossa, di negerinya Pulutan, biasa menyebut makhluk Naga itu dengan sebutan Atoanna atau yang berarti ular. Dengan senyum ramah mereka mempersilahkan Atoanna untuk bisa bersabar dan dapat mengikuti sebuah silaturahmi sederhana, makan pinang sirih, sebagaimana kebiasaan setempat dalam menjamu tamu. Tiga buah batu besar memerah dalam api sebagai sajian yang tengah dipersiapkan bagi Atoanna.
Tanpa merasa gentar sedikitpun Atoanna meladeni permintaan kedua Pandai Besi ini. Kalaupun silaturahmi tersebut merupakan bagian dari uji kesaktian maka pasti dirinya tidak akan bisa dikalahkan. Sayangnya, malang tidak dapat ditolak. Dalam seremoni kecil inilah sang Naga, sang Atoanna, akhirnya menggelepar lalu terkapar mati di pinggir laut seusai menelan tiga batu yang sebelumnya telah dipanaskan dalam api dengan rapalan beberapa mantra. Empedunya pecah menggenangi tanah. Tubuhnya lambat laun, yang entah karena proses alam atau entah karena proses magis apa, berubah menjadi batu.
Tubuh Atoanna yang telah berubah jadi batu tersebut dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan Puang Katoan (artinya : Kepala Ular) yang membujur sepanjang beberapa ratus meter di pinggir sebuah pantai. Empedu yang pecah tergenang di sekitar bujuran batu lalu menjadi sebuah danau kecil. Orang di negeri Pulutan menyebut danau tersebut dengan nama Melam (artinya : Biru). Konon, air danau itu selalu terlihat berwarna biru dan senantiasa dijaga oleh seekor Belut Emas, yang seluruh tubuhnya berwarna keemasan serta berkilauan bila tertimpa cahaya. Belut Emas tersebut dahulu seringkali dilihat oleh masyarakat setempat tapi kemudian hilang secara misterius.
Danau Melam dan Puang Katoan masih ada di Pulutan sampai sekarang sebagai saksi bisu cerita ini.
Kesaktian ketujuh saudara laki-laki dari putri tersebut sulit menandingi kehebatan sang Naga. Bahkan tebasan-tebasan pedang Ratuadio yang berisikan kekuatan magis hanya mampu melepaskan beberapa sisik saja.
Orang-orang Sulu, Tabukan, Malesoeng, dan Ternate sudah dijajaki untuk sebisanya membantu mereka mengatasi amukan Naga yang terus memburu perahu yang membawa lari Arrussuello. Tidak ada pihak yang bisa menyanggupi harapan mereka.
Dalam keadaan yang serba kalut, perahu yang sebelumnya mengarah ke Selatan diputar kembali menuju ke Utara, ke arah asal. Berharap di negeri-negeri yang kelak akan dilewati nanti masih ada orang yang berkesanggupan mengatasi bahaya yang terus membuntuti perjalanan mereka.
Tibalah mereka di salah satu teluk nusa Araallan (Pulau Karakelang). Sebuah gunung yang tidak terlalu menjulang tampak di hadapan mereka. Kepulan tipis asap dari atas puncak gunung tersebut menyiratkan ada tanda kehidupan manusia di sana.
Pada puncak gunung Piapi, ketajaman mata dari Mannatta dan Larrossa, dua Pandai Besi Kedatuan Pulutan (Puratangnga), menangkap suatu kejadian yang aneh sementara terjadi dari arah laut. Kedua Pandai Besi penghuni Tujuh Pintu (Ngara Pitu) puncak Piapi melihat seekor Naga tengah mengejar sebuah perahu. Sejurus kemudian tampak sesuatu dilempar dengan tenaga yang sangat luar biasa ke arah mereka, ke arah puncak Piapi. Barangkali hal inilah yang menjadi sumber masalah, pikir kedua Pandai Besi. Tanpa berpikir panjang merekapun melesat ke udara, menyambar sesuatu yang dilempar ke arah mereka tersebut. Alangkah terkejutnya Mannatta dan Larrossa menyadari sesuatu yang dilempar tadi ternyata adalah seorang anak gadis yang berparas sangat cantik.
Melihat peristiwa tersebut, Naga bergegas mengejar ke arah puncak gunung. Dia tidak ingin kehilangan gadis itu. Dengan kemampuan yang dimiliki, hanya dalam waktu yang singkat saja sang Naga telah berada di atas puncak Piapi dengan tanpa hentinya menebar maut terhadap apapun yang merintangi perjalannya.
Mannatta dan Larrossa, di negerinya Pulutan, biasa menyebut makhluk Naga itu dengan sebutan Atoanna atau yang berarti ular. Dengan senyum ramah mereka mempersilahkan Atoanna untuk bisa bersabar dan dapat mengikuti sebuah silaturahmi sederhana, makan pinang sirih, sebagaimana kebiasaan setempat dalam menjamu tamu. Tiga buah batu besar memerah dalam api sebagai sajian yang tengah dipersiapkan bagi Atoanna.
Tanpa merasa gentar sedikitpun Atoanna meladeni permintaan kedua Pandai Besi ini. Kalaupun silaturahmi tersebut merupakan bagian dari uji kesaktian maka pasti dirinya tidak akan bisa dikalahkan. Sayangnya, malang tidak dapat ditolak. Dalam seremoni kecil inilah sang Naga, sang Atoanna, akhirnya menggelepar lalu terkapar mati di pinggir laut seusai menelan tiga batu yang sebelumnya telah dipanaskan dalam api dengan rapalan beberapa mantra. Empedunya pecah menggenangi tanah. Tubuhnya lambat laun, yang entah karena proses alam atau entah karena proses magis apa, berubah menjadi batu.
Tubuh Atoanna yang telah berubah jadi batu tersebut dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan Puang Katoan (artinya : Kepala Ular) yang membujur sepanjang beberapa ratus meter di pinggir sebuah pantai. Empedu yang pecah tergenang di sekitar bujuran batu lalu menjadi sebuah danau kecil. Orang di negeri Pulutan menyebut danau tersebut dengan nama Melam (artinya : Biru). Konon, air danau itu selalu terlihat berwarna biru dan senantiasa dijaga oleh seekor Belut Emas, yang seluruh tubuhnya berwarna keemasan serta berkilauan bila tertimpa cahaya. Belut Emas tersebut dahulu seringkali dilihat oleh masyarakat setempat tapi kemudian hilang secara misterius.
Danau Melam dan Puang Katoan masih ada di Pulutan sampai sekarang sebagai saksi bisu cerita ini.
Sumber: Cerita Rakyat yang terdapat di
Pulutan - Kepulauan Talaud - Sulawesi Utara. Dibahasakan kembali oleh
Ie Hadi G
Kamis, 01 Agustus 2013
Mata Air Mujizat Desa Lalumpe
DESA Lalumpe terletak di Minahasa Selatan - dalam jajaran wullur ma’atus -
kecamatan Motoling. Luasnya kurang lebih 1500. Ada banyak hal
unik di desa ini ketika kita bertanya dan berusaha mendengarkan dengan
saksama cerita dari masyarakat tentang hal-hal yang menjadi ciri
khasnya.
Hampir semua masyarakat mempunyai cerita mereka masing-masing
tentang perkembangan masyarakat mereka sendiri. Ada banyak hal yang
menghiasi perkembangan masyarakat dari mitos, legenda, dan sejarah.
Salah
satu hal yang khas di desa Lalumpe - yang namanya diambil dari nama
jenis tanaman kayu ini - yang sudah menjadi legenda dan cerita turun
temurun adalah Air Mujizat. Hal unik pertama yang akan muncul ketika
kita bertanya tentang desa ini adalah Air Mujizat; baik orang tua maupun
yang muda. Ceritanya di mulai sekitar tahun 1937 ketika rombongan mapalus yang berjumlah 13 orang yang dikepalai oleh Simson dan Aflis Sengkey sedang kehausan dan mencari air di perkebunan yang disebut maumbi. Kedua orang tersebut merupakan tua-tua jemaat di Pantekosta. Tetapi rombongan mapalus itu merupakan gabungan dari jemaat Pantekosta (GPDI), GMIM, dan Katolik.
Pada waktu itu musim kemarau yang cukup panjang berlangsung sampai sepuluh bulan. Sumber mata air desa sudah kering sehingga terjadi krisis air dan orang-orang mulai mencari sumber mata air yang baru.
Terinspirasi
dari kisah Musa dalam kitab suci orang Kristen (Alkitab) maka dengan
iman mereka berdoa – yang dipimpin oleh Simson Sengkey - kepada Tuhan.
Awalnya tanah menjadi lembab dan akhirnya dari antara bebatuan yang
terletak di lereng bukit muncullah mata air. Air yang ada di situ cukup
melegenda oleh karena tak pernah menjadi kering sekali pun di musim
kemarau yang panjang. Anehnya juga air di tempat ini tidak ditinggali
katak atau jentik nyamuk padahal airnya tidak mengalir.
Dalam masyarakat
desa Lalumpe yang sangat religius-kristen menjadikan tempat ini sebagai
bukti iman mereka sehingga di tahun 2011 pada HUT GPDI dibuat aksi
teaterikal tentang mujizat Tuhan di desa Lalumpe. Air mujizat ini hanya
merupakan genangan yang tidak mengalir walaupun tempatnya di kemiringan.
Kondisi tempat air mujizat dari tahun ke tahun terjadi perubahan baik
secara alami maupun campur tangan masyarakat desa. Dulunya, menurut
seorang warga desa genangan air di tempat itu ada beberapa tetapi
memiliki pusat genangan yang lebih besar dari yang lain. Tetapi sekarang
ini tinggallah satu genangan air di sana.
Dari
tahun 1937 sampai 1962 cerita tentang air mujizat terlupakan dan
akhirnya seorang pendeta yang juga sebagai wartawan yaitu Nicky Sumual
berusaha menggali sejarahnya kembali untuk melengkapi sejarah
perkembangan Pantekosta. Dalam kurun waktu ini nama untuk menunjukkan
tempat bersejarah itu belum ada sehingga terjadi tawar menawar antara
Pendeta Kumajas dan Nicky Sumual untuk memberi nama tempat itu. Pendeta
Kumajas menawarkan nama air Mujizat sementara Pendeta Nicky Sumual
mengusulkan nama Air Sembayang. Tetapi akhirnya dalam penulisan sejarah
Pendeta Sumual menggunakan nama Air Mujizat.
Pada tahun 1986 ketika Air
Mujizat telah menjadi pembicaraan di kalangan jemaat Kristen maka
misionaris dari Kanada, Amerika, Australia dan juga hamba-hamba tuhan
yang berasal dari Jawa datang berkunjung di desa Lalumpe untuk melihat
tempat di mana ada Air Mujizat. Mereka juga masing-masing mengambil air
dari tempat itu yang mungkin dijadikan sebagai kenang-kenangan atau
souvenir yang mereka isi dalam botol.
Oleh karena semakin banyak orang
yang tahu dan tertarik untuk mengunjungi tempat ini maka sebagian
masyarakat Lalumpe ingin membuat tempat itu menjadi objek wisata dengan
pertimbangan ekonomis. Hal ini mendapat protes dari masyarakat yang lain
oleh karena menurut mereka mujizat Tuhan tidak seharusnya diperlakukan
sebagai objek wisata apalagi membayar karcis masuk.
Ketika
kita melihat secara langsung tempat Air Mujizat ini mungkin sangatlah
berkesan biasa saja. Tetapi dalam masyarakat Lalumpe - khususnya jemaat
Pantekosta - ada makna lebih mendalam yang diwariskan kepada beberapa
generasi di desa ini. Seakan-akan Aer Mujizat adalah salah satu
identitas masyarakat ini yang merupakan bukti dari kepercayaan atau iman
kristiani tua-tua mereka dahulu. Kekristenan memang telah
menyatu dengan jiwa masyarakat di desa ini sehingga kebanyakan cerita
dari masyarakat selalu berkaitan dengan Kekristenan.
Air
mujizat merupakan tempat yang bersejarah dan menjadi tempat yang
keramat di desa Lalumpe. Sehingga hampir seluruh masyarakat mengetahui
akan cerita dan tempat Air Mujizat. Memang dulunya ada warga yang tidak
percaya dengan cerita tentang tempat ini sehingga dia tidak
menghargainya. Suatu waktu dia ingin menguji kekeramatan Air Mujizat
dengan membawa sapi untuk diberi minum di tempat itu. Hari berikutnya
sapinya mati dan dia mendapat bukti bahwa tempat itu bukanlah tempat
biasa.
Memang ketika sejarah yang diceritakan dari generasi ke generasi
mendapat tanggapan yang tak acuh dan justru mengabaikannya. Generasi
sekarang memang kurang menghargai nilai-nilai historis bangsanya
sendiri.
Tak jarang generasi muda sekarang jika ditanya tentang sejarah
tempat mereka tinggal dijawab dengan kata ‘tidak tahu’. Rasionalitas
barat telah memberi kerangka berpikir yang membuat kita menjadi ragu dan
bahkan tidak percaya dengan diri kita sendiri.
Sumber : iswadisual
Label:
Edukasi,
News,
Sejarah,
Wisata,
Wisata Alam
Sabtu, 27 Juli 2013
Sumber Mata Air Panas di Pantai Moinit
OBYEK Wisata Pantai Moinit terletak di
sebelah selatan Kabupaten Minahasa Selatan, tepat berada di antara desa
Teep dan desa Tawaang di Kecamatan Amurang.
Dari ibukota kecamatan
hanya berjarak sekitar 15 km.
Sedangkan dari pusat ibukota Provinsi sulawesi Utara, Manado bisa ditempuh melalui perjalanan darat sekitar 1,5 jam
Pantai Moinit banyak menyimpan keaneka-ragaman Flora dan Fauna, apalagi pemandangannya sangat eksotis.
Salah satu ciri khas dari lokasi ini adalah adanya sumber mata air panas yang keluar dari dalam air.
Linow lakes: Lake Changing Color
LINOW lake has an area of approximately 34 hectares, located in the Village Lahendong Tomohon.
In addition to the beautiful scenery around the lake, this lake has its own characteristics, namely high levels of sulfur, so the color of the lake water appears always changing. She always looks beautiful due to the emergence of colorful earlier.
Visitors will be amazed by the color change when glanced at it from various angles. Nevertheless, it must be remembered that the visitors should be careful with boiling hot mud pools located on the shores of the lake.
The lake is 'save' beautiful colors and always changing is in the province of North Sulawesi. The lake can be reached by public transport / minibus from the bus station in a nearby town, the City of Tomohon. After that, proceed to walk about 700 meters to the lake Linow. Nature enthusiasts Linow a lake, can see the charm of the village Lahendong located near the lake
Around the lake there are endemic species such as birds and insects blibis by locals called "sayok" or "Komo." Unique insects that live in the water but the wings and can fly into consumption locals. Sometimes the sound of small birds chirping and a large white bird that crosses the lake.
In addition to the beautiful scenery around the lake, this lake has its own characteristics, namely high levels of sulfur, so the color of the lake water appears always changing. She always looks beautiful due to the emergence of colorful earlier.
Visitors will be amazed by the color change when glanced at it from various angles. Nevertheless, it must be remembered that the visitors should be careful with boiling hot mud pools located on the shores of the lake.
The lake is 'save' beautiful colors and always changing is in the province of North Sulawesi. The lake can be reached by public transport / minibus from the bus station in a nearby town, the City of Tomohon. After that, proceed to walk about 700 meters to the lake Linow. Nature enthusiasts Linow a lake, can see the charm of the village Lahendong located near the lake
Around the lake there are endemic species such as birds and insects blibis by locals called "sayok" or "Komo." Unique insects that live in the water but the wings and can fly into consumption locals. Sometimes the sound of small birds chirping and a large white bird that crosses the lake.
wisatanesia
Pemandian Air Panas Ranopaso
Pemandian Air Panas Ranopaso,Ranopaso
adalah bahasa masyarakat setempat yang berarti air panas, merupakan
salah satu tempat pemandian air panas yang ada di kabupaten Minahasa.
Pemandian air panas dengan nuansa
tradisional ini terletak di Desa Koya Kecamatan Tondano Barat ini sangat
mudah di kunjungi karena hanya 3 km dari Kota Tondano.
Selain tersedia
pemandian air panas di lokasi ini pengunjung dapat juga menikamati kolam
air panas untuk berendam.
Pemandian air panas alam di Kabupaten Minahasa lainnya banyak di jumpai seperti di Tataaran- Tondano, Karumenga, Kinali, Wale Papetaupan-Sonder, dan lainlain.
Pemandian air panas di Tataaran juga
menyediakan pemandangan yang indah akan pegunungan dan persawahan yang
ada di depannya. Ditempat ini juga sangat ideal untuk tinggal menginap,
karena disekitar pemandian telah tersedia penginapan. Selain itu
tersedia juga kolam pemandian yang alami. Pemandian ini dapat dijangkau
dengan mudah karena sangat dekat dengan kota Tondano hanya 3 km atau 15
menit dengan kendaraan umum.
Pemandian air panas mineral dikarumenga
adalah tempat yang baik untuk beristirahat sambil berendam. Terdapat di
Kecamatan Langowan tepatnya Desa Karumenga yang jaraknya 50 km dari Kota
Manado.
Selain pemandian panas tersebut di Kabupaten Minahasa
juga terdapat pemandian air panas yang telah dikembangkan seperti
Kinali di Kecamatan Kawangkoan, wale papateupan di Kecamatan Sonder dan
Paso di Kecamatan Remboken.(wisatanesia)
Langganan:
Postingan (Atom)























