Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Agustus 2013

Ryokan Hoshi, Hotel Tertua di Dunia


hoshi ryokan12 Hotel Tertua di Dunia, Usianya 1000 Tahun Lebih


hoshi ryokan10 Hotel Tertua di Dunia, Usianya 1000 Tahun Lebih


hoshi ryokan01 Hotel Tertua di Dunia, Usianya 1000 Tahun Lebih

Hotel apa yang tertua di dunia? Jawabannya, Ryokan Hoshi di Onsen Awazu Komatsu, Ishikawa, Jepang. 
 
Menurut Guinness Book of World Record sudah berdiri lebih dari 1300 tahun lalu.
Kisahnya bermula di tahun 717. Seorang biksu, Taicho Daishi bermimpi bahwa ia diperintahkan dewa penjaga Gunung Hakusan untuk menemukan mata air panas di desa Awazu.
 
Kemudian sang biksu pergi ke desa tersebut bersama muridnya, Garyo Hoshi. Dengan bantuan penduduk desa mereka akhirnya berhasil menemukan lokasi mata air panas seperti terlihat dalam mimpi. Setelah ditemukan, biksu ini menyuruh penduduk desa yang sakit mandi di mata air dan konon mereka langsung sembuh.
Taicho memerintahkan muridnya membangun tempat perawatan (semacam spa) di atas lokasi mata air. Sejak itulah, sang murid Garyo Hoshi menjalankan usaha penginapan secara turun-temurun.

Saat ini Zengoro Hoshi, sebagai generasi ke-46 yang menjalankan bisnis hotel Ryokan Hoshi. Hotel ini sudah berkembang hingga memiliki 100 kamar dan bisa menampung sekitar 450 tamu di dalamnya.

Ada beberapa hal unik di hotel tertua ini. 

Pertama, bangunan-bangunan yang ada di Ryokan Hoshi diberi nama sesuai musim yang berlaku di Jepang, yaitu:
Shinshun no Yakata (awal musim semi/akhir musim dingin).
Haru no Yakata (musim semi)
Natsu no Yakata (musim panas)
Aki no Yakata (musim gugur).

Kedua, tamu yang datang ke hotel akan diberikan pakaian tradisional “Yukata”. Suasanya diciptakan seperti Jepang tempo dulu. Cocok bagi orang yang ingin mencari ketenangan di tempat ini.

Sumber : makinseru

Sabtu, 03 Agustus 2013

Cerita Rakyat Minahasa : Legenda Terjadinya Danau Tondano

Danau Tondano



PADA zaman dahulu di daerah Tondano, Sulawesi Utara, berdiri gunung yang menjulang tinggi. Di lereng gunung itu terdapat 2 kawasan/wilayah, yaitu utara dan selatan. Wilayah Selatan dikuasai oleh seorang Tonaas (Penguasa) yang memiliki putra tunggal yang bernama Maharimbow. Sementara penguasa wilayah utara juga memiliki anak tunggal yang bernama Marimbow. 

Penguasa bagia utara diselimuti kerisauan saat memikirkan pewaris tahtahnya nanti, karena anaknya seorang perempuan. Untuk mengatasi hal itu, ia membuat suatu ide yang terasa aneh.

Ia meminta anaknya untuk berpakaian dan berperilaku layaknya laki-laki dan meminta ia untuk tidak menikah seumur hidup. Permintaan Tonaas Utara di setujui dan di ikrarkan dalam upacara adat dihadapan Opo Empung (Tetua). 

Apabila sumpah itu dilanggar maka akan terjadi maapetaka yang dahsyat ditanah itu. Sementara itu, rupanya Tonaas wilayah selatan memiliki masalah yang hampir sama. Maharimbow diminta ersumpah untuk tidak menikah selama ayahnya masih hidup.

Pada suatu hari kedua pewaris tahta tersebut bertemu di daerah perbatasan. Maharimbow merasakan bahwa orang yang dilihatnya itu, meskipun berpakaian seorang kesatria tetapi memancarkan kelembutan seorang wanita. Ia menjadi penasaran dan ingin mengetahui orang misterius itu. 

Pada pertemuan berikutnya yang dimulai dengan pertengkaran/perkelahian, Maharimbow berhasil membuka tabir bahwa orang misterius itu adalah seoarang perempuan. Dialah Marimbow! 

Kemudian mereka berdua saling menaruh hati dan bersepakat untuk menjadi sepasang suami-istri dan bertekad untuk mempersatukan kedua wilayah tersebut. 

Namun, mereka tida menyadari bahwa mereka telah melanggar sumpah yang telah mereka Ikrarkan. 

Keesokkan harinya, tiba-tiba terjadi gempa dan gunung meletus yang begitu dasyat sehingga memusnakan daerah itu dengan bebatuan dan larva dan berubah bentuk menjadi suatu kubangan besar yang akhirnya menjadi danau yang kita kenal sekarang dengan nama danau Tondano.

Sumber : p4mri

Kamis, 01 Agustus 2013

Mata Air Mujizat Desa Lalumpe

DESA Lalumpe terletak di Minahasa Selatan - dalam jajaran wullur ma’atus - kecamatan Motoling. Luasnya kurang lebih 1500. Ada banyak hal unik di desa ini ketika kita bertanya dan berusaha mendengarkan dengan saksama cerita dari masyarakat tentang hal-hal yang menjadi ciri khasnya. 

Hampir semua masyarakat mempunyai cerita mereka masing-masing tentang perkembangan masyarakat mereka sendiri. Ada banyak hal yang menghiasi perkembangan masyarakat dari mitos, legenda, dan sejarah.

Salah satu hal yang khas di desa Lalumpe - yang namanya diambil dari nama jenis tanaman kayu ini - yang sudah menjadi legenda dan cerita turun temurun adalah Air Mujizat. Hal unik pertama yang akan muncul ketika kita bertanya tentang desa ini adalah Air Mujizat; baik orang tua maupun yang muda. Ceritanya di mulai sekitar tahun 1937 ketika rombongan mapalus yang berjumlah 13 orang yang dikepalai oleh Simson dan Aflis Sengkey sedang kehausan dan mencari air di perkebunan yang disebut maumbi. Kedua orang tersebut merupakan tua-tua jemaat di Pantekosta. Tetapi rombongan mapalus itu merupakan gabungan dari jemaat Pantekosta (GPDI), GMIM, dan Katolik.   

Pada waktu itu musim kemarau yang cukup panjang berlangsung sampai sepuluh bulan. Sumber mata air desa sudah kering sehingga terjadi krisis air dan orang-orang mulai mencari sumber mata air yang baru.

Terinspirasi dari kisah Musa dalam kitab suci orang Kristen (Alkitab) maka dengan iman mereka berdoa – yang dipimpin oleh Simson Sengkey - kepada Tuhan. Awalnya tanah menjadi lembab dan akhirnya dari antara bebatuan yang terletak di lereng bukit muncullah mata air. Air yang ada di situ cukup melegenda oleh karena tak pernah menjadi kering sekali pun di musim kemarau yang panjang. Anehnya juga air di tempat ini tidak ditinggali katak atau jentik nyamuk padahal airnya tidak mengalir. 

Dalam masyarakat desa Lalumpe yang sangat religius-kristen menjadikan tempat ini sebagai bukti iman mereka sehingga di tahun 2011 pada HUT GPDI dibuat aksi teaterikal tentang mujizat Tuhan di desa Lalumpe. Air mujizat ini hanya merupakan genangan yang tidak mengalir walaupun tempatnya di kemiringan. Kondisi tempat air mujizat dari tahun ke tahun terjadi perubahan baik secara alami maupun campur tangan masyarakat desa. Dulunya, menurut seorang warga desa genangan air di tempat itu ada beberapa tetapi memiliki pusat genangan yang lebih besar dari yang lain. Tetapi sekarang ini tinggallah satu genangan air di sana.

Dari tahun 1937 sampai 1962 cerita tentang air mujizat terlupakan dan akhirnya seorang pendeta yang juga sebagai wartawan yaitu Nicky Sumual berusaha menggali sejarahnya kembali untuk melengkapi sejarah perkembangan Pantekosta. Dalam kurun waktu ini nama untuk menunjukkan tempat bersejarah itu belum ada sehingga terjadi tawar menawar antara Pendeta Kumajas dan Nicky Sumual untuk memberi nama tempat itu. Pendeta Kumajas menawarkan nama air Mujizat sementara Pendeta Nicky Sumual mengusulkan nama Air Sembayang. Tetapi akhirnya dalam penulisan sejarah Pendeta Sumual menggunakan nama Air Mujizat.

Pada tahun 1986 ketika  Air Mujizat telah menjadi pembicaraan di kalangan jemaat Kristen maka misionaris dari Kanada, Amerika, Australia dan juga hamba-hamba tuhan yang berasal dari Jawa datang berkunjung di desa Lalumpe untuk melihat tempat di mana ada Air Mujizat. Mereka juga masing-masing mengambil air dari tempat itu yang mungkin dijadikan sebagai kenang-kenangan atau souvenir yang mereka isi dalam botol. 

Oleh karena semakin banyak orang yang tahu dan tertarik untuk mengunjungi tempat ini maka sebagian masyarakat Lalumpe ingin membuat tempat itu menjadi objek wisata dengan pertimbangan ekonomis. Hal ini mendapat protes dari masyarakat yang lain oleh karena menurut mereka mujizat Tuhan tidak seharusnya diperlakukan sebagai objek wisata apalagi membayar karcis masuk.

Ketika kita melihat secara langsung tempat Air Mujizat ini mungkin sangatlah berkesan biasa saja. Tetapi dalam masyarakat Lalumpe - khususnya jemaat Pantekosta - ada makna lebih mendalam yang diwariskan kepada beberapa generasi di desa ini. Seakan-akan Aer Mujizat adalah salah satu identitas masyarakat ini yang merupakan bukti dari kepercayaan atau iman kristiani tua-tua mereka dahulu. Kekristenan memang telah menyatu dengan jiwa masyarakat di desa ini sehingga kebanyakan cerita dari masyarakat selalu berkaitan dengan Kekristenan.

Air mujizat merupakan tempat yang bersejarah dan menjadi tempat yang keramat di desa Lalumpe. Sehingga hampir seluruh masyarakat mengetahui akan cerita dan tempat Air Mujizat. Memang dulunya ada warga yang tidak percaya dengan cerita tentang tempat ini sehingga dia tidak menghargainya. Suatu waktu dia ingin menguji kekeramatan Air Mujizat dengan membawa sapi untuk diberi minum di tempat itu. Hari berikutnya sapinya mati dan dia mendapat bukti bahwa tempat itu bukanlah tempat biasa. 

Memang ketika sejarah yang diceritakan dari generasi ke generasi mendapat tanggapan yang tak acuh dan justru mengabaikannya. Generasi sekarang memang kurang menghargai nilai-nilai historis bangsanya sendiri. 

Tak jarang generasi muda sekarang jika ditanya tentang sejarah tempat mereka tinggal dijawab dengan kata ‘tidak tahu’. Rasionalitas barat telah memberi kerangka berpikir yang membuat kita menjadi ragu dan bahkan tidak percaya dengan diri kita sendiri.

Sumber : iswadisual
 

Sabtu, 27 Juli 2013

Sumber Mata Air Panas di Pantai Moinit

OBYEK Wisata Pantai Moinit terletak di sebelah selatan Kabupaten Minahasa Selatan,  tepat berada di antara desa Teep dan desa Tawaang di Kecamatan Amurang. 

Dari ibukota kecamatan hanya berjarak sekitar 15 km. 

Sedangkan dari pusat ibukota Provinsi sulawesi Utara, Manado bisa ditempuh melalui perjalanan darat sekitar 1,5 jam 

Pantai Moinit banyak menyimpan keaneka-ragaman Flora dan Fauna, apalagi pemandangannya sangat eksotis.
 
Salah satu ciri khas dari lokasi ini adalah adanya sumber mata air panas yang keluar dari dalam air.

Linow lakes: Lake Changing Color

LINOW lake has an area of ​​approximately 34 hectares, located in the Village Lahendong Tomohon.

In addition to the beautiful scenery around the lake, this lake has its own characteristics, namely high levels of sulfur, so the color of the lake water appears always changing. She always looks beautiful due to the emergence of colorful earlier.

Visitors will be amazed by the color change when glanced at it from various angles. Nevertheless, it must be remembered that the visitors should be careful with boiling hot mud pools located on the shores of the lake.

The lake is 'save' beautiful colors and always changing is in the province of North Sulawesi. The lake can be reached by public transport / minibus from the bus station in a nearby town, the City of Tomohon. After that, proceed to walk about 700 meters to the lake Linow. Nature enthusiasts Linow a lake, can see the charm of the village Lahendong located near the lake

Around the lake there are endemic species such as birds and insects blibis by locals called "sayok" or "Komo." Unique insects that live in the water but the wings and can fly into consumption locals. Sometimes the sound of small birds chirping and a large white bird that crosses the lake.

wisatanesia

Pemandian Air Panas Ranopaso

Pemandian Air Panas Ranopaso,Ranopaso adalah bahasa masyarakat setempat yang berarti air panas, merupakan salah satu tempat pemandian air panas yang ada di kabupaten Minahasa.

Pemandian air panas dengan nuansa tradisional ini terletak di Desa Koya Kecamatan Tondano Barat ini sangat mudah di kunjungi karena hanya 3 km dari Kota Tondano. 

Selain tersedia pemandian air panas di lokasi ini pengunjung dapat juga menikamati kolam air panas untuk berendam.

Pemandian air panas alam di Kabupaten Minahasa lainnya banyak di jumpai seperti di Tataaran- Tondano, Karumenga, Kinali, Wale Papetaupan-Sonder, dan lainlain.

Pemandian air panas di Tataaran juga menyediakan pemandangan yang indah akan pegunungan dan persawahan yang ada di depannya. Ditempat ini juga sangat ideal untuk tinggal menginap, karena disekitar pemandian telah tersedia penginapan. Selain itu tersedia juga kolam pemandian yang alami. Pemandian ini dapat dijangkau dengan mudah karena sangat dekat dengan kota Tondano hanya 3 km atau 15 menit dengan kendaraan umum.

Pemandian air panas mineral dikarumenga adalah tempat yang baik untuk beristirahat sambil berendam. Terdapat di Kecamatan Langowan tepatnya Desa Karumenga yang jaraknya 50 km dari Kota Manado.

Selain pemandian panas tersebut di Kabupaten Minahasa juga terdapat pemandian air panas yang telah dikembangkan seperti Kinali di Kecamatan Kawangkoan, wale papateupan di Kecamatan Sonder dan Paso di Kecamatan Remboken.(wisatanesia)

Danau Bulilin yang Tenang

OBYEK Wisata Danau Bulilin terletak di Desa Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara.

Danau ini dikenal dengan keindahan, ketenangan, dan kenyamanannya, arena letaknya sangat nyaman, jauh dari hiruk-pikuk.

Di Danau ini, wisatawan bisa menginap di Resort Bentenan yang menyajikan pemandangan Pantai Bentenan, Hais, dan Tumbak yang indah sambil mencicipi berbagai makanan khas air tawar.

Wisatawan juga akan disuguhkan pemdangan Hutan bakau seluas 1000 Ha juga menjadi daya tarik desa setempat.(wisatanesia.com)

The beauty of the lake moat

Moat lake is located about 17 Km to the south Kotamobagu, and an altitude of 10,000 m above sea level.

Moat lake is located in the nature reserve of Mount Threshold, is a charming tourist attraction, because in addition to the weather was cool, this attraction surrounded by forest.

At a distance of about 1.5 km from the lake, there is a small lake called Lake Tondok. Facilities available include custom homes, art galleries, hotels and restaurant, so it is perfect for a weekend getaway with family

wisataindonesia.com

Nimati Kemurnian Air Terjun Nguralawo Tamako

SANGIHE - Kabupaten Kepulauan Sangihe memiliki sejumlah air terjun.  Salah satunya Air Terjun Nguralawo. Air terjun ini terletak di Desa Binala Kecamatan Tamako.

Dari pusat Kecamatan Tamako, lokasi air terjun ini berjarak 6 KM. Sedangkan dari Pusat ibukota Kabupaten Tahuna hanya berjarak sekitar 25KM.

Dinamakan Nguralawo, sebab menurut legenda, zaman dulu air terjun ini menjadi tempat pemandian para bidadari (putri kayangan).

Untuk menuju ke lokasi, tidak sulit, sebab bisa ditempuh menggunakan kendaraan. Lokasi ini sangat cocok bagi keluarga atau perorangan, untuk merasakan kesejukan airnya serta menikmati pemandangan yang masih sangat alamiah.

Setiap hari libur banyak warga dari luar Tamako kerap menjadikan lokasi ini sebagai pilihan dalam menikmati liburan, baik keluarga, komunitas, sekolah ataupun perorangan.

Masyarakat pun sangat terbuka dan familiar dalam menyambut setiap tamu yang datang berkunjung, termasuk memebrikan rasa aman dan nyaman.

Sehingga air terjun Nguralawo tidak salah untuk dijadikan pilihan dalam memenuhi hasrat setiap orang yang memiliki kecenderungan, menikmati wisata alam.(Fik)

Gunung Ambang dengan Cagar Alamnya

KOTAMOBAGU - Gunung Ambang berada di wilayah Bolmong Raya.  Dengan jarak 17KM dari Kota Kotamobagu, wisatawan hanya membutuhkan waktu sekira 30 menit berkendaraan.

Gunung Ambang memiliki cagar alam yang menyajikan keindahan danau, hutan yang rimbun, air belerang, dan air terjun.

Karena berada pada ketinggian 1.100 – 1.800 meter di atas permukaan laut, di loaksi cagar alam terdapat tanaman Pigafetta Palm, tumbuhan paku-pakuan, dan bunga liar.

Bagi para pecinta flora dan fauna, maka lokasi ini merupakan tempat yang pas untuk mengamati kehidupan burung-burung serta aneka jenis tumbuhan yang hidup dan berkembang di lingkungan ini. (fik)

Pulau Mahoro Sitaro yang Sangat Menakjubkan

SIAU - Kabupaten Siau, Tagulandang, Biaro atau disingkat Sitaro, yang berada di wilayah Provisi Sulawesi Utara, ternyata memiliki begitu banyak obyek wisata yang bernilai eksotik.

Sebut saja Pulau Mahoro. Pulau tak berpenghuni ini sungguh menakjubkan. Bahkan sejumlah pengunjung yang telah menginjakkan kakinya di atas Pulau ini tidak segan-segan memberi pengakuan atas keindahannya.

Mengunjungi lokasi ini pun tidaklah sulit. Namun akses satu-satunya adalah melalui laut, karena memang pulau ini terletak sendiri.

Tetapi, jika sudah berada di lokasi, niscaya mata, pikiran dan hati akan terpuaskan. (Fik)

Pesona Laut dari Puncak Gunung Ruang

TAGULANDANG - Bagi para penikmat panorama pegunungan, Gunung Ruang yang terletak di Pulau Tagulandang, Kabupaten Sitaro(Siau-Tagulandang-Biaro) bisa menjadi salah satu tujuan yang menjanjikan.

Dari puncak Gunung dengan ketinggian 725 meter itu, wisatawan, pendaki bisa dengan leluasa menyaksikan panorama lautan bebas yang sangat sensasional.

Untuk menuju ke Pulau Tagulandang, tempat Gunung yang masuk jenis Stratovolcano itu berada, para pengunjung bisa menggunakan jasa angkutan laut dari Kota Manado dengan perjalanan sekira 6 jam dalam hitungan perjalanan standard.(Fik)

Fantastik, Batu Lumato Pulau Karakelang

ONE more natural marine assets in Talaud Islands that could become a tourist attraction.

Tourist attraction in question is Lumato Stone. This object is located on the island Karekelang, exactly in the Village District Melonguane Bowombaru East. To go to this location from the center of the capital of the District is approximately 20 Km.

The uniqueness of this location is a stone that emerged from the sea. Then called Lumato stone.

This location is very suitable to be a good vacation spot for individuals, groups or families, including study tours. Moreover, the coastline is surrounded by a very charming.(Ira)

Jumat, 19 Juli 2013

Sejarah Cap Go Meh

Tangsin sedang beraksi pada Cap Go meh di Manado
Cap Go Meh melambangkan hari kelima belas bulan pertama imlek dan hari terakhir dari rangkaian masa perayaan Imlek bagi komunitas kaum mingran Tionghoa yang tinggal di luar China. Istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkien yang bila diartikan secara harafiah bermakna 15 hari atau malam setelah Imlek. Bila dipenggal per kata, Cap mempunyai arti sepuluh, Go adalah lima, dan Meh berarti malam. Cap Go Meh juga sering disebut Yuan Hsiao Cieh atau Shang Yuan Cieh dalam bahasa Mandarin.

Perayaan Cap Go Meh tidak hanya dirayakan di Indonesia saja. Beberapa negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, juga ikut merayakan hari raya ini. Di negara China, festival Cap Go Meh dikenal dengan nama Festival Yuanxiao atau Festival Shangyuan. Sedangkan di Hong Kong dan Vietnam, di kenal dengan nama Festival Yuen Siu dan Tết Nguyên Tiêu. Bahkan di beberapa negara, perayaan ini sering kali disamakan dengan hari raya Valentine versi China.

Peragaan Dewi dewi pada erayaan Cap Go Meh di Manado
Perayaan ini awalnya dirayakan sebagai hari penghormatan kepada Dewa Thai-yi. Dewa Thai-yi sendiri dianggap sebagai dewa tertinggi di langit oleh Dinasti Han (206 SM – 221 M). Upacara ini dirayakan secara rutin setiap tahunnya pada tanggal 15 bulan pertama menurut penanggalan bulan yang merupakan bulan pertama dalam setahun. Upacara ini dahulu tertutup hanya untuk kalangan istana dan belum dikenal secara umum oleh masyarakat China.

Upacara ini harus dilakukan pada malam hari, maka harus disiapkan penerangan dengan lampu-lampu dari senja hari hingga keesokan harinya. Inilah yang kemudian menjadi lampion-lampion dan lampu-lampu berwarna-warni yang menjadi pelengkap utama dalam perayaan Cap Go Meh.

Ketika pemerintahan Dinasti Han berakhir, perayaan ini menjadi lebih terbuka untuk umum. Saat China dalam masa pemerintahan Dinasti Tang, perayaan ini juga dirayakan oleh masyarakat umum secara luas. Festival ini adalah sebuah festival dimana masyarakat diperbolehkan untuk bersenang-senang. Saat malam tiba, masyarakat akan turun ke jalan dengan berbagai lampion berbagai bentuk yang telah diberi variasi.

Klenteng di Kampung Cina Manado
Di malam yang disinari bulan purnama sempurna, masyarakat akan menyaksikan tarian naga (masyarakat Indonesia mengenalnya dengan sebutan Liong) dan tarian Barongsai. Mereka juga akan berkumpul untuk memainkan sebuah permainan teka-teki dan berbagai macam permainan lainnya, sambil menyantap sebuah makanan khas bernama Yuan Xiao. Tentu saja, malam tidak akan menjadi meriah tanpa kehadiran kembang api dan petasan. Pada malam itu, para tua dan muda seolah “diwajibkan” untuk bersenang-senang.
Yuan Xiao sendiri adalah sebuah makanan yang menjadi bagian penting dalam festival tersebut. Yuan Xiao, atau juga kerap disebut Tang Yuan, adalah sebuah makanan berbentuk bola-bola yang terbuat dari tepung beras. Bila ditilik dari namanya, Yuan Xiao mempunyai arti “malam di hari pertama”. Makanan ini melambangkan kebersatuannya sebuah keluarga besar yang memang menjadi tema utama dari perayaan hari raya Imlek.

Perayaan Festival Cap Go Meh di Indonesia sendiri sangat bervariasi. Perayaan biasanya dilakukan oleh umat kelenteng-kelenteng atau vihara dengan melakukan kirab atau turun ke jalan raya, sambil menggotong ramai-ramai Kio/usungan yang diisi/dimuat arca para Dewa. Bahkan, di beberapa kota di tanah air, seperti di daerah Jakarta dan di Manado, ada atraksi “lok thung” atau “thang sin“, dimana ada seseorang yang menjadi medium perantara, dimana biasanya akan melakukan beberapa atraksi sayat lidah, memotong lengan/badannya dengan sabetan pedang dsb, dan dipercaya telah dirasuki roh Dewa/i untuk memberikan berkat bagi umatNya.

Sumber : Thionghoa

Selasa, 16 Juli 2013

Rekor MURI Penangkap Ikan Terbanyak dan Rangkaian Manusia Pegang Bendera Merah Putih

Rangkaian manusia terpanjang sambil memegang bendera merah putih
TALAUD - Daerah ini disebut sebagai Kabupaten Kepulauan Talaud. 
Secara administrasi pemerintahan, wilayah ini masuk ke dalam Provinsi Sulawesi Utara. 

Talaud adalah daerah yang terdiri atas pulau- pulau dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, Philipina.

Nah, di tahun 2010 silam, di wilayah inilah dua rekor MURI berrhasil ditorehkan.
Pertama rekor untuk penangkap ikan terbanyak, yakni 1.159 orang, di Pulau Intata, Kecamatan Nanusa.
Kegiatan itu dilakukan dengan menggunakan janur atau oleh istilah orang Talaud, 'Manee.

Manee



Sedangkan rekor MURI yang ke dua adalah rangkaian manusia terbanyak sambil memegang bendera Merah Putih.
Tercatat sebanyak  2.000 orang saling berdiri dan melingkari pulau di Desa Miangas, Pulau Miangas.

Pemecahan rekor ini merupakan ide Benny Mamoto, yang juga ketua panitia kegiatan itu.

Sabtu, 06 Juli 2013

Festival Teluk Manado 2013

MANADO - Sekretaris Daerah Kota Manado, Ir M. H. F. Sendoh, Jumat, 5 Juli 2013 membuka Festival Perahu Teluk Manado II Tahun 2013 di pesisir pantai Kelurahan Bitung Karang Ria. 
Ivent ini sekaligus memeriahkan HUT Kota Manado ke-390. 
Festival kali ini diikuti oleh 602 peserta yang mempertandingkan 6 lomba dan memperebutkan piala Walikota Manado Dr . Ir. G. S. Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA. 
Selain perlombaan perahu ditampilkan juga kesenian lainnya seperti Masamper, paduan suara dan musik-musik tradisional.

Jumat, 05 Juli 2013