Kamis, 11 Februari 2016

Menakar Kompetensi, Membedah Komitmen

ilustrasi
SEJAK dilahirkan, manusia telah dinauherahi kemampuan oleh Sang Khalik. Kompetensi itu, sejatinya mengandung nilai positif demi pengembangan potensi subyek manusia sebagai insan ciptaan yang paling mulia di planet bumi ini.

Lucunya, sekaligus patut disayangkan, dalam perjalanannya, menapaki sejarah hidup, tak sedikit manusia 'salah arah,' pun berbelok arah, entah sengaja atau 'terseret' oleh hasrat personal, dan yang terparah, terbius oleh ambisiusme belaka.

Dalam masa itulah manusia diuji komitmennya. Tetap setia dengan komitmen, kembali ke jalur. Bersikeras dengan keserakahan, maju terus, meski jurang di depan mata.

Saat manusia lebih memilih maju terus dalam keserakahan, tanpa disadari(padahal akan selalu disadari), secara sengaja dan mau dia menghancurkan benteng komitmen yang di dalamnya bersemayam persahabatan, kesetiaan dan pengorbanan.

Penghancuran yang sesungguhnya sangat sia - sia, karena hanya demi sebuah ambisiusme belaka, lantas mempertontonkan kompetensi, padahal justru menguak betapa lemahnya kepemilikan kompetensi itu dalam diri sendiri.

Penghancuran karena telah menelantarkan kebersamaan. Penghancuran karena memang telah tercipta penghancuran komitmen.

Kelemahan yang diakibatkan kerelaan merengkuh 'kesenangan' sambil mengabaikan komitmen. Mungkinkah manusia - manusia seperti itu pengikut setia Aristippos dari Kyrene (433-355 SM) yang mengatakan hal terbaik bagi manusia adalah kesenangan?.

Kesenangan tidak melulu jasmani sebab, memimjam perkataan Epikuros (341-270 SM), memahami kesenangan tidak hanya mencakup kesenangan badani saja melainkan kesenangan rohani juga.

Kesenangan rohani sendiri tidak akan pernah dialami dalam keserakahan, keegoisan serta kesombongan, sebaliknya akan dijumpai dalam kebersamaan dan kesetiaan pada komitmen bersama. 

Jika demikian, patutlah kita bertanya dalam diri, berjalan di jalur manakah kita? Mari kita menakar kompetensi masing - masing sebagai permenungan sampai sejauhmana kesetiaan kita pada komitmen bersama! Sekian..!


Tidak ada komentar: