Tampilkan postingan dengan label manado Tua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manado Tua. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 April 2016

Jembatan Soekarno Manado: Permainan Empat Warna dan Simbol Kerukunan

SEBAGAI Proklamator dan Presiden Pertama RI, nama Ir. Soekarno banyak diabadikan sebagai nama jalan, tempat, wilayah dan masih banyak lagi.

Di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sendiri, nama ini diabadikan sebagai nama jembatan. Jembatan Soekarno, itulah nama jembatan dengan panjang1.127 meter dan Lebar 17 meter. Membentang di atas Pelabuhan Manado menjadikan jembatan ini menjadi ikon baru ibukota provinsi itu.

Tidak hanya hari libur, warga Manado, bahkan dari Kabupaten/Kota lainnya setiap hari, terutama pagi dan sore hingga malam, akan berwisata di atas jembatan sambil menikmati panorama teluk Manado, serta tentu saja, Pulau Manado Tua yang memang tampak dengan jelas.

Daya tarik jembatan berbandrol Rp300,28 miliar ini akan lebih memanjakan mata setiap warga saat malam hari. Penempatan lampu empat (4) warna, kemudian memantul ke dua tiang utama.

Itulah keindahan yang disajikan Jembatan Soekarno, itulah kebangaan seluruh warga. Empat warna yang menghiasi angkasa, Merah, Biru, Kuning dan Hijau, seolah menggambarkan kehidupan warga Sulut yang penuh warna, pluralis namun senantiasa harmonis.

Maka, tak ada kata menyesal jika kita datang ke Manado dan menyapa jembatan Soekarno dengan empat warnanya sebagai simbol kerukunan!

Senin, 07 Oktober 2013

Mencicipi Wisata Kuliner Malalayang Sambil Menikmati Pesona Pantai

MANADO – Kota Manado memang memiliki sejumlah tempat wisata, baik laut, bawah laut, peninggalan sejarah budaya, serta lainnya yang mengundang selera pengunjung.

Di bidang kuliner, Ibukota Provinsi Sulawesi Utara ini memiliki sejumlah lokasi menarik dan menantang lidah para wisatawan. Salah satunya wisata kuliner yang berlokasi disepanjang jalur pesisir pantai Malalayang .

Sambil menikmati pemandangan laut serta Pulau Bunaken dan Manado Tua di kejauhan, wisatawan tinggal memilih menu yang tersaji, seperti Pisang Goreng, Tahu Isi, Bubur Manado, Mie Cakalang, Ikan Roa, Ikan Cakalang Fufu, Ikang Woku, dan aneka  ikan laut yang diramu dengan aroma bumbu khas Manado.

Semua menu yang disajikan, selain beraneka rasa, juga dapat dibeli dengan harga yang relatif murah.

Di hari Minggu dan hari libur, sambil menikmati sajian menu, wisatawan pun bisa mandi dan berekreasi di pantai.

Jadi, bagi seluruh warga Manado dan sekitarnya, tidak terkecuali masyarakat Sulawesi Utara bahkan wisatawan domestik dan mancanegara, jika berkunjung ke Manado, tidak ada ruginya, jika menyempatkan diri, mencicipi wisata kuliner sambil menikmati pesona Pantai Malalayang.