Minggu, 01 September 2013

Pierre Tendan, Teguh dalam Pengabdian

Add caption
Meskipun Pierre adalah putra seorang dokter, namun minatnya pada bidang militer ternyata cukup besar. Oleh karena itu, setelah lulus Sekolah Menengah Atas bagian B, Pierre mendaftarkan diri ke Akademi Militer Jurusan Teknik (Akmil Jurtek).
Di Akademi Militer, Pierre tergolong taruna yang cakap dan berprestasi. Tak heran, jika ia akhirnya diangkat menjadi Komandan Batalyon Taruna dan Ketua Senat Korps Taruna. Ketika menjadi Kopral Taruna, Pierre mendapat tugas praktik lapangan untuk menumpas pemberontakan PRRI/Permesta di Sumatera Utara.
Operasi militer bernama Operasi Sapta Marga ini berada di bawah Komando Brigjen Jatikusumo dalam kesatuan zeni tempur. Tahun 1962, Pierre Tendean lulus dari Akademi Militer dan bertugas sebagai Komandan Pleton Batalyon Zeni Tempur 2 Kodam II/Bukit Barisan, Medan. Kemudian ia mengikuti pendidikan intelejen untuk tugas penyusupan ke daerah Malaysia.
Ketika itu, konfrontasi Indonesia dengan Malaysia sedang memanas. Operasi penyusupan ke Malaysia ini merupakan operasi siaga yang merupakan bagian dari pelaksanaan Dwi Komando Rakyat (Dwikora).
April 1965, Pierre Tendean diangkat menjadi Ajudan Menteri Koordinator Pertahanan Keamanan/Kepala Staf Angkatan Bersenjata (Menko Hankam/Kasab) Jenderal Abdul Haris (AH) Nasution. Jenderal Nasution ketika itu merupakan perwira tinggi yang paling diincar PKI untuk dibunuh. Nasution, dianggap sebagai musuh besar sehingga menjadi target utama.
PKI kemudian menyantroni rumah Nasution untuk menculik dan membunuhnya. Namun Nasution berhasil menyelamatkan diri. Sementara itu, Pierre yang tertangkap mengaku dirinya adalah Jenderal AH Nasution. Pierre akhirnya dibunuh dan jenasahnya ditanam bersama ketujuh pahlawan revolusi lainnya di lubang buaya.
Sebagai ajudan dan pengawal, Pierre Tendean dengan setia dan tabah melindungi Jenderal AH Nasution sehingga akhirnya harus menjadi korban. Negara mengangkat Pierre Tendean sebagai pahlawan revolusi berdasarkan SK Presiden RI No. 111/KOTI/1965.

 Lahir                : Jakarta, 21 Februari 1939
Wafat               : Jakarta, 1 Oktober 1965
Makam             : TMP Kalibata, Jakarta
Sumber: Ajisaka, Arya. 2004. Mengenal Pahlawan Indonesia. Jakarta: Kawan Pustaka

Tidak ada komentar: